Ada 10 prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran di PAUD yang merupakan langkah penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Melalui alur tujuan pembelajaran, pendidik di PAUD dapat merencanakan dengan sistematis dan jelas apa yang ingin dicapai oleh anak-anak selama proses belajar. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan alur tujuan pembelajaran di PAUD didasarkan pada pemahaman tentang perkembangan anak usia dini. Prinsip-prinsip tersebut mencakup pendekatan yang holistik, adaptif, dan mulai dari apa yang telah diketahui oleh anak-anak.

Apa Itu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) PAUD?

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) PAUD adalah rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang disusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. ATP PAUD disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) PAUD.

TP PAUD merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap) murid yang perlu dibangun melalui satu atau lebih kegiatan pembelajaran. TP PAUD disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP PAUD.

Fungsi ATP PAUD

ATP PAUD memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • Sebagai acuan dalam penyusunan modul ajar
  • Sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran
  • Sebagai acuan dalam penilaian pembelajaran
  • Sebagai acuan dalam pengembangan diri murid
prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran PAUD

Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) PAUD

Terdapat beberapa prinsip menyusun Alur Tujuan Pembelajaran PAUD yaitu sebagai berikut:

  1. Memastikan Kata Kunci: ketika menyusun ATP pastikan guru tahu/paham kata kunci dari setiap TP. Pastikan setiap kata kunci TP merupakan goals (tujuan pembelajaran), bukan objectives (tujuan aktivitas harian).
  2. Tuntas 1 Fase: ATP ini digunakan untuk 1 fase, setelah mengekstrak seluruh kalimat CP menjadi kalimat TP, perlu didiskusikan, kalimat TP untuk setiap kelompok usia. Jadi rangkaian TP dari kalimat CP bukan untuk dituntaskan di 1 kelompok usia, karena 1 fase pada CP terdiri 4 kelompok usia.
  3. Dikembangkan secara Kolaboratif: Karena rumusan TP dan ATP berasal dari kalimat CP 1 fase, yang ditujukan untuk 4 kelompok usia, maka diperlukan kolaborasi antar guru di 1 fase yang sama.
  4. Sesuai karakteristik dan kompetensi: Rangkaian ATP harus memperhatikan karakteristik peserta didik dan kompetensi yang ingin dicapai.
  5. Tidak perlu lintas fase: Rangkaian ATP bisa dibuat berjenjang oleh 4 kelompok usia layanan dalam 1 fase (misalnya: dari kelompok 4-5 tahun ke kelompok usia 5-6 tahun), tapi tidak dibuat lintas fase (misalnya: dari TK ke SD).
  6. Harus logis: perhatikan logika penyusunan alurnya. Misalnya, antara keterampilan membuat paragraf deskriptif, memahami unsur-unsur kalimat, dan menyusun kalimat dengan struktur yang baik, bagaimana urutan alurnya? Mana keterampilan yang perlu dimiliki sebelum dapat melakukan yang setelahnya?
  7. Sederhana dan langsung pada intinya: tidak bertele-tele.
  8. Dapat bernomor/huruf: untuk mempermudah, ATP dapat diberi nomor urut atau huruf.
  9. Tidak bercabang: alur penyusunan linear, tidak bercabang.
  10. Fokus pada pencapaian CP
Baca Juga:  Kurikulum Merdeka, Nama Baru Kurikulum Prototipe

Contoh ATP PAUD

ATP PAUD disusun oleh pendidik sesuai dengan konteks dan kebutuhan murid di kelasnya. Pemerintah menyediakan contoh ATP PAUD yang dapat digunakan sebagai acuan. Silakan lihat Contoh Dokumen ATP PAUD Kurikulum Merdeka, atau bisa juga melihat contoh membuat TP dari Capaian Pembelajaran (CP).

Berikut adalah contoh ATP PAUD untuk topik “Buah-buahan” di fase fondasi:

Tujuan Pembelajaran

  • Menyebutkan nama buah-buahan
  • Membedakan bentuk, warna, dan rasa buah-buahan
  • Mengonsumsi buah-buahan dengan cara yang benar

Kegiatan Pembelajaran

  • Mengamati buah-buahan
  • Membandingkan buah-buahan
  • Mengolah buah-buahan

Penilaian

  • Observasi
  • Tes tertulis
  • Portofolio

ATP PAUD merupakan salah satu komponen penting dalam kurikulum PAUD. ATP PAUD dapat membantu pendidik dalam menyusun pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi murid.