Inilah prinsip p5 PAUD yaitu projek penguatan profil pelajar Pancasila yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dalam situasi tidak formal dan struktur yang fleksibel. Selain itu siswa akan merasakan kegiatan belajar yang lebih interaktif serta terlibat langsung dengan lingkungan sekitar. Kali ini kita akan membahas tentang prinsip-prinsip dalam menjalankan Project pembuatan profil pelajar Pancasila.



Prinsip P5 PAUD Kurikulum Merdeka

Dalam menerapkan pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila jenjang PAUD, terdapat prinsip P5 PAUD yang sebaiknya diimplementasikan dalam pembelajaran projek yaitu sebagai berikut :

Holistik

Prinsip yang pertama adalah holistik. Prinsip ini mendorong kita untuk mengkaji sebuah tema secara utuh dan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. Dengan prinsip ini tema projek menjadi wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu, misalnya ayah bunda bisa mengangkat isu yang sekarang sedang hangat yaitu perubahan iklim.

Agar siswa merasa bahwa ini adalah isu besar yang sangat penting, ajak mereka melihat gambaran secara luas lalu memahaminya secara bertahap sesuai kemampuan mereka. Di awal kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan yang dimulai dari diri sendiri atau dekat dengan siswa agar memancing kesadaran mereka, sebagai contoh:

  • Mengapa akhir-akhir ini cuacanya lebih panas atau hujan turun lebih lebat dari biasanya?
  • Apakah kebun sekolah terlihat berbeda karena cuaca ekstrim tersebut? Apa yang berbeda?

Lalu kita bisa lanjutkan dengan pertanyaan seputar perubahan iklim yang berdampak pada mereka misalnya jika kebun sekolah kering apakah ada dampaknya pada keadaan rumah dan lingkungan sekitar seperti kualitas dan kuantitas air menurun, banyak petani yang gagal panen, meningkatnya wabah penyakit, dan lain-lain. Setelah itu pajak siswa berpikir Kenapa ini bisa terjadi? Apa faktornya, identifikasi perilaku diri yang dapat mempengaruhi perubahan.

Baca Juga:  Pembelajaran Intrakurikuler dan P5 PAUD Kurikulum Merdeka

Terakhir lanjutkan dengan pertanyaan langkah nyata apa yang bisa kita lakukan bersama di rumah dan di sekolah untuk mencegah perubahan iklim menjadi lebih buruk? Setelah mengkaji banyak hal tentang perubahan iklim ingatkan mereka bahwa generasi selanjutnya juga memiliki hak yang sama untuk menikmati bumi yang indah dan nyaman seperti yang kita nikmati sekarang ini.



Cara pandang holistik ini juga mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek seperti siswa, guru, sekolah, masyarakat dan realitas kehidupan sehari-hari.

Kontekstual

Prinsip yang kedua adalah kontekstual prinsip ini mendorong guru dan siswa untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari. Sebagai bahan utama pembelajaran ayah bunda bisa menyajikan tema Project yang sebisa mungkin dapat menyentuh persoalan lokal yang terjadi di lingkungan belajar masing-masing.

Contohnya kami pahlawan lingkungan PAUD ingin mengajak siswa untuk peduli pada lingkungan alam sekitar. Kita dapat memberi kesempatan pada siswa untuk mengamati salah satu lingkungan alam terdekatnya yaitu sekolah. Mereka bisa mencari informasi tentang apa tiga masalah lingkungan terbesar di sekolah? Siapa saja yang bertugas menjaga dan merawat lingkungan alam sekolah? Apa dampak lingkungan alam yang Tak terawat? Bagaimana caranya agar lingkungan alam sekolah menjadi lebih sehat dan terawat? Bisakah barang-barang bekas dimanfaatkan kembali?

Jadi dengan mengambil tema yang berkorelasi melalui hubungan terdekatnya atau kontekstual membuat siswa lebih memahami hal-hal yang bermakna bagi kehidupannya. Dengan mendasarkan projek pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian diharapkan siswa dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya.

Berpusat Pada Siswa

Prinsip yang ke 3 adalah berpusat pada siswa. Prinsip berpusat pada siswa berfokus pada upaya mendorong murid agar aktif dalam pengelolaan pembelajarannya. Prinsip ini mendorong siswa untuk aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri dari mulai perancangan, menentukan jenis projek, hingga pelibatan diri dalam evaluasi projeknya. Yuk coba melakukan refleksi bersama-sama bertanya pada diri sendiri: Apakah selama ini kita sebagai guru selalu menjadi aktor utama dalam kegiatan belajar mengajar? Apakah selama ini hanya kita yang menjelaskan materi dan siswa hanya diam mendengarkan? Apakah selama ini kita terlalu memberikan banyak instruksi?

Baca Juga:  Peran Pemangku Kepentingan di Pembelajaran Projek P5 PAUD

Bagaimana apabila sekarang kita balik :

Kita adalah fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri. Misalnya tema projek adalah tentang “wirausaha from local to global di jenjang PAUD”. Kita dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan ide makanan lokal apa saja yang banyak disukai orang, mencari solusi bagaimana caranya makanan lokal bisa menarik minat orang dari luar daerah untuk mencobanya, misalnya dengan membuat desain kemasan yang menarik dan membuat beberapa variasi, dll harapannya Setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan siswa dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

prinsip p5 paud prinsip pembelajaran p5 kurikulum merdeka

Eksploratif

Prinsip yang keempat adalah eksploratif. Prinsip ini berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan proses inkuiri yang merupakan proses memperoleh informasi dengan mengembangkan pertanyaan, menyelesaikan permasalahan, memperoleh wawasan, merancang penelitian, dan merefleksikan secara kritis prinsip-prinsip tertentu.

Berbagai langkah yang sudah kita terapkan di atas dari mulai siswa melakukan riset, mencari masalah yang terjadi disekitarnya, mencari fungsi langkah untuk mengatasi solusinya, juga mengidentifikasi dampak merupakan bentuk dari prinsip eksploratif.

Sehingga kita bisa melihat bahwa Project pembuatan profil pelajar Pancasila memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan Penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Melalui prinsip eksploratif ini kita memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk merawat projeknya, mereka akan mencari sumber ide dan bahan sendiri baik dari lingkungan fisik sekitar maupun dari internet. Untuk dapat mendukung hal tersebut ayah bunda diharapkan tetap dapat merancang kegiatan Project secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya.

Baca Juga:  P5 PAUD - Projek dan Profil Pelajar Pancasila PAUD

Bagaimana ayah bunda apakah sudah semakin tidak sabar untuk menerapkan empat prinsip ini dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila?



penawaran kerjasama paud jateng