Contoh Penerapan Saintifik PAUD 6 Aspek Perkembangan



Contoh Penerapan Saintifik PAUD 6 Aspek Perkembangan Lengkap. Mulai dari implementasi atau penerapan pembelajaran berbasis saintifik PAUD Kurikulum 2013 dalam lingkup pengembangan moral agama, sosial emosional, seni, bahasa, fisik motorik, dan perkembangan kognitif.

Dalam prinsip pembelajaran anak usia dini, dijelaskan bahwa Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan Pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak.

Anak senang mengamati dan menggunakan mainannya dengan berbagai cara. Misalnya mobil- mobilan dapat digerakan maju mundur, dimainkan rodanya, dibongkar, dll.

Seringkali orang dewasa hanya menginginkan anak bermain seperti yang dipikirkan mereka.



Di dalam model pembelajaran saintifik, anak akan memperhatikan, meneliti, mencoba, dan bertanya. Cara belajar alamiah tersebut dikukuhkan menjadi pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan upaya untuk mengembangkan dan meneruskan perilaku positif tersebut. Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara aktif dapat mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.

Contoh Penerapan Saintifik PAUD 6 Aspek Perkembangan

Contoh Penerapan Saintifik PAUD 6 Aspek Perkembangan

Berikut ini adalah contoh implementasi atau penerapan model pembelajaran saintifik untuk anak usia dini (PAUD) lengkap di 6 aspek perkembangan anak :

  1. Contoh Pembelajaran Saintifik PAUD Aspek Moral dan Agama
  2. Contoh Pembelajaran Saintifik PAUD Sosial Emosional
  3. Contoh Pembelajaran Saintifik PAUD Seni
  4. Contoh Pembelajaran Saintifik PAUD Bahasa
  5. Contoh Pembelajaran Saintifik PAUD Fisik Motorik
  6. Contoh Pembelajaran Saintifik PAUD Kognitif

Tips Dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Saintifik di PAUD

Penerapan pendekatan saintifik yang baik akan menumbuhkan kemampuan berpikir anak. Agar optimal dalam penerapan pendekatan tersebut maka penting untuk diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Guru harus melihat anak-anak sebagai pembelajar aktif
  • Guru   memberi   mereka   kesempatan   untuk   mencoba/ mengeksplorasi   dan menggunakan berbagai obyek/bahan dengan cara yang beragam
  • Guru  memberi  dukungan  dengan  pertanyaan  (dan  atau bimbingan) yang tepat.
  • Guru menghargai setiap usaha dan hasil karya anak dengan tidak membandingkan dengan anak lainnya.