Pengertian Manajemen PAUD, Tujuan, Fungsi dan Prinsip



Apa fungsi dan pengertian manajemen paud dalam membentuk sekolah menjadi paud unggulan? Lalu apa yang menjadi prinsip dan tujuan manajemen tk, kb, tpa, dan sps? Serta tata kelola apa saja yang menjadi ruang lingkup manajemen lembaga paud ini yuk kita simak tulisan ini.

Pengertian Manajemen PAUD

Kata manajemen berasal dari bahasa inggris management (kata dasarnya manage = mengelola), jadi manajemen memiliki arti pengelolaan, pengarahan, pengaturan yang ada di dalam sebuah lembaga. Dengan demikian pengertian manajemen paud adalah suatu upaya mengelola, mengatur, dan atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana, dan tersistem untuk mencapai tujuan pendidikan anak usia dini.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Dalam manajemen paud, ada banyak hal yang harus dikelola mulai dari awal pendirian sekolah, tata kelola, hingga pada pengembangan sekolah paud. Ruang lingkup manajemen paud meliputi apa yang dikelola, bagaimana caranya, bagaimana merencanakannya, dan kemana manajemen paud akan diarahkan. Untuk melengkapi bahasan ini, pada kesempatan berikutnya kami akan berikan materi berupa:

  1. Manajemen kurikulum paud;
  2. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan paud;
  3. Manajemen anak didik di lembaga paud;
  4. Manajemen sarana dan prasarana paud;
  5. Manajemen desain lingkungan paud;
  6. Manajemen proses, input, dan output paud;
  7. Manajemen pengawasan / supervisi paud;

Tujuan Manajemen PAUD

Manajemen paud bertujuan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Kunci keberhasilan manajemen sekolah paud dilihat dari dua hal tersebut, penjelasannya:



1. Efektif

Efektif dalam manajemen paud dapat diartikan sebagai indikasi terlaksananya semua program paud secara tepat serta melibatkan seluruh komponen lembaga paud tersebut.

2. Efisien

Sedangkan efisien berkaitan dengan efisiensi atau penghematan yaitu program paud terlaksana dengan sumber daya seminimal mungkin. Dalam prakteknya secara nyata di sekolah, manajemen paud yang efektif dan efisien tidak mudah diimplementasikan secara operasional, sebab pengertian efektif dan efisien ini terlalu akademis dan agak sulit dijabarkan ke dalam kongkret.

Inti efektif dan efisien dalam manajemen paud sering dikaitkan dengan pengambilan cara atau keputusan yang tepat dan pemberdayaan seluruh komponen paud yang ada untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin. Untuk memahami konsep efektif dan efisien kami berikan contoh berikut:

Dalam rangka menyediakan alat permainan edukatif, sekolah tidak perlu membeli APE yang beredar di pasaran baik yang murah atau mahal karena manajemen sekolah dapat melibatkan guru dan peserta didik -termasuk orang tua anak- untuk bisa dilibatkan membuat alat permainan sendiri dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar lingkungan misalnya kardus bekas, tangkai buah, kertas, daun kering, dll yang tentunya ape buatan sendiri lebih murah jika dibanding ape dari hasil membeli.

Nah, nilai efektif dan efisien sudah ada pada contoh di atas karena kita tahu manfaat ape adalah untuk menstimulasi perkembangan anak. Dari segi manfaat yang dikatakan sama dan dengan pengeluaran biaya untuk mendapatkannya lebih murah dari pada ape buatan pabrik, maka bisa dikatakan membuat ape paud yang melibatkan guru dan anak didik dalam membantu menstimulasi anak dikatakan efektif dan efisien (manfaatnya dapat, hematnya dapat).

Prinsip Manajemen PAUD

Manajemen paud biasanya dilakukan oleh kepala sekolah atau disebut pengelola paud, ada 4 prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dimpimpinnya berjalan dan berfungsi dengan baik yaitu:

1. Komitmen dan Ketegasan

Komitmen ditujukan kepada kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaganya. Guru, staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat harus turut mendukungnya. Mereka harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak sesuai dengan tugas masing-masing. Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin paud juga harus memiliki ketegasan terhadap semua komponen manajemen yang dikelolanya.

2. Profesionalisme

Profesionalitas berkaitan dengan kedisiplinan menjalankan lembaga sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Lembaga paud yang dikelola dengan profesional akan lebih unggul dan tampak lebih rapi, disiplin, teratur, dan jelas dalam melaksanakan program.

3. Komunikasi dan Koordinasi

Dalam sebuah lembaga paud pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia, tugas pengelola paud (kepala sekolah) adalah mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan program yang sedang berjalan sehingga program terlaksana sesuai harapan dengan hasil yang efektif dan efisien.

Tanpa komunikasi dan koordinasi, manajemen sebaik apapun tidak akan berhasil menjalankan roda kelembagaan paud, karena akan memunculkan sikap lempar tanggung jawab, menghindari beban pekerjaan antar personel.

4. Kompetisi

Seorang kepala sekolah yang baik harus membebaskan guru-guru dalam mendidik anak-anak tanpa campur tangan yang dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Caranya adalah dengan memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) guna menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Dengan adanya iklim kompetisi yang sehat dengan cara pemberian hadiah / penghargaan bagi guru yang berprestasi dibidang tertentu, pernah menjuarai lomba pembuatan ape tingka provinsi misalnya, maka guru tersebut harus mendapatkan penghargaan dari sekolah. Hal ini akan menjadi penyemangat motivasi guru lain untuk dapat memacu diri mereka agar lebih baik dan hasilnya adalah paud yang ayah bunda pimpin akan maju.

manajemen paud adalah pdf analisis administrasi lembaga penyelenggaraan menurut para ahli aplikasi artikel arti aspek alamat berdaya saing berciri khas beranda berbasis agraris yang baik bisnis tidak bisa dibuka buku pembelajaran sentra pengertian pendidikan belajar paud.co.id paud.com contoh ciri cek cara dalam pemberdayaan dana desa download dikdas

Fungsi Manajemen PAUD

Dengan adanya manajemen paud, akan mempermudah bagi pengelola atau kepala paud untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan.

1. Perencanaan

Perencanaan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini sudah dituangkan ke dalam visi misi lembaga, dan strategi untuk mencapai tujuannya. Usahakan dalam membuat perencanaan dilengkapi dengan tabel penjadwalan (time schedule) kapan program mulai dan selesai. Perencanaan ini akan membuat program berjalan matang dan tepat waktu.

2. Pengorganisasian

Selain perencanaan yang matang, hal yang tidak kalah penting dalam keberhasilan program paud adalah pengorganisasian. Bagilah tugas secara profesional sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing sumber daya individu yang ada.

Dengan adanya manajemen paud, pengorganisasian akan dapat dilakukan dengan mudah karena komponen paud yang di dalamnya terdapat sumber daya dapat bekerja bersama-sama membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Kepemimpinan

Seorang pengelola paud tidak boleh disibukkan dengan perkerjaan intern lembaga yang dipimpinyya. Ia harus melihat keluar mencari ide dan inspirasi baru agar paud yang dipimpinnya bisa maju. Pengelola paud juga harus mengajar di kelas dan tentu jam mengajarnya tidak sebanyak guru-guru lain karena ia juga harus tahu kondisi lapangan dengan instansi yang dipimpinnya sehingga ia mengetahui persis program yang bagaimana yang seharusnya dilaksanakan.

4. Pengawasan

Dengan adanya manajemen paud pengawasan akan menjadi lebih mudah karena pengelola paud akan membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat guna mencapai tujuan. Sebuah rencana program harus diawasi / dikontrol / di supervisi yang tujuannya bukan untuk menilai baik atau buruk akan tetapi seorang kepala sekolah harus memberikan motivasi, arahan, dalam lebih mengoptimalkan lagi hasil kerja yang dicapai para individu.

Demikain pengertian manajemen paud lengkap dengan fungsi, tujuan dan ruang lingkupnya semoga menambah wawasan ayah bunda pengelola paud / kepala sekolah dalam memajukan lembaga yang dimpinnya. Semoga paud yang dikelola menjadi paud unggulan ya!