Mengenal Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini (PAUD)



Mengenal Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini (PAUD). Pengertian perkembangan kognitif anak usia dini adalah suatu  proses  berpikir  berupa  kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dapat juga dimaknai sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk mencipta karya yang dihargai dalam suatu kebudayaan. perkembangan kognitif anak usia dini menurut para ahli

Sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM). Pedoman pembelajaran Kognitif ini dapat dipergunakan oleh guru sebagai bahan rujukan dengan cara menyesuaikan dengan kemampuan guru, alat peraga yang tersedia, dan perkembangan anak.

Metode yang dapat digunakan dalam mengembangkan kognitif meliputi: pemberian tugas, demonstrasi, tanya jawab, mengucapkan syair, percobaan, eksperimen bercakap-cakap, bercerita, dan praktik langsung.

Aspek Utama dalam Pengembangan Kognitif

Pengembangan kognitif merupakan perwujudan dari kemampuan primer yaitu:



  1. Kemampuan berbahasa (verbal comprehension)
  2. Kemampuan mengingat (memory)
  3. Kemampuan nalar atau berpikir logis (reasoning)
  4. Kemampuan tilikan ruang (spatial factor)
  5. Kemampuan bilangan (numerical ability)
  6. Kemampuan menggunakan kata-kata (word fluency)
  7. Kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed)
Mengenal Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Mengenal Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Untuk mengenal lebih jauh tentang Perkembangan Kognitif anak usia dini, berikut ini kami sajikan daftar artikel perkembangan kognitif PAUD :

  1. Tahapan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini (PAUD)
  2. Kecerdasan Jamak dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini
  3. 7 Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini
  4. Prinsip Prinsip Pelaksanaan Pengembangan Kognitif PAUD
  5. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-3 Tahun

Ciri-ciri Perilaku Kognitif Anak Usia Dini

  1. Berpikir lancar, yaitu menghasilkan banyak gagasan atau jawaban yang relevan dan arus pemikiran lancar.
  2. Berpikir luwes, yaitu menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam, mampu mengubah cara atau pendekatan dan arah pemikiran yang berbeda-beda.
  3. Berpikir orisinal, yaitu memberikan jawaban yang tidak lazim atau lain dari yang lain yang jarang diberikan kebanyakan orang lain.
  4. Berpikir terperinci (elaborasi), yaitu mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan, memperinci detail-detail dan memperluas suatu gagasan.