Inilah Program Peningkatan Mutu Layanan Anak Usia Dini



Inilah Program Peningkatan Mutu Layanan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Program peningkatan mutu layanan diharapkan berdampak pada peningkatan tata kelola, akuntabilitas, relevansi, daya saing dan pencitraan PAUD dan kuncinya adalah berdampak pada pencapaian dan pembentukan anakĀ­anak Indonesia yang cerdas komprehenshif.

Program Peningkatan Mutu Layanan Anak Usia Dini

Program peningkatan layanan anak usia dini diupayakan melalui:

  1. Meningkatkan mutu penyelenggaraan Layanan PAUD Terpadu secara terus-meneruas.
  2. Memenuhi standar layanan PAUD secara bertahap, khususnya standar pembelajaran, pendidik, dan sarana/prasarana pendidikan
  3. Mengoptimalkan penanaman pendidikan karakter di PAUD.
  4. Memperluas layanan PAUD holistik-integratif yang mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak.
  5. Meningkatkan kualifilcasi dan kompetensi PTK PAUD (TK, KB, TPA dan SPS).
  6. Meningkatkan, karir, kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan PTK PAUD
  7. Meningkatkan jumlah PAUD rujukan di setiap kabupaten/kota untuk memperluas jejaring mutu dan model layanan PAUD di semua daerah.
  8. Membenahi manajemen kelembagaan PAUD, khususnya di tingkat satuan pendidikan.

Kegiatan yang ditempuh untuk mewujudkan semua program di atas diantaranya melalui sosialisasi dan edukasi, rekonseptualisasi arah dan kebijakan, penguatan/penerbitan payung hukum penyusunan standar, penguatan kurikulum dan progam, penguatan peran dan fungsi lembaga, pemenuhan kebutuhan pendidik terlatih dan atau memenuhi kulaifikasi S-1/D-4, pemenuhan kebutuhan pembina/pengawas (supervisor) terlatih dan berkualitas, pemenuhan kebutuhan sarana-prasarana, penerbitan berbagai pedoman (acuan), serta penciptaan dan penguatan jejaring mutu.

makalah peningkatan mutu paud proposal layanan ptk paudni guru pendidik pendidikan lembaga upaya

Secara operasional, ke depan dalam sistem PAUD Indonesia perlu disediakan pula lembaga yang dapat mengatasi masalah-masalah dalam pembangunan PAUD yang lebih komprehensif dan menunjang peningkatan mutu yang lebih baik.



Untuk itu ke depan diperlukan tersedianya pusat konsultasi PAUD yang dapat diintegrasikan dengan Puskesmas; serta pendirian PAUD Inprovemnent Center (PIC) yang dapat menjadi pusat mutu, informasi dan rujukan pembangunan PAUD (misal: dengan revitalisasi BPKB, SKB dan digandengkan dengan penguatan peran HIMPAUDI atau IGTK, dsb).

Dalam mewujudkan peningkatan mutu di atas memerlukan optimalisasi setiap potensi dari semua pemangku kepentingan. Komponen utama yang harus dioptimalkan, diantaranya peran organisasi profesi, peran Orsosmas serta perguruan tinggi. Organisasi profesi seperti HIMPAUDI dan IGTKI dapat dilibatkan dalam peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Orsosmas, seperti Forum PAUD, GOPTKI, PKK, Asyiyah, dll dapat dioptimalkan dalam pengembangan jejaring mutu penyelenggaraan dan pengelolaan satuan PAUD secara lebih efektif dan sistematis. Sedangkan perguruan tinggi dapat dioptimalkan dalam pengembangan riset, laboratorium, pendampingan, pelatihan maupun menjadi pusat-pusat konsultasi pengembangan PAUD.