Bagaimana Cara Pembentukan Karakter Anak Usia Dini 0-6 Tahun



Tahapan pembentukan karakter anak usia dini dimulai dari usia 0 hingga 6 tahun; Cara membentuk karakter anak usia dini sesuai tahap perkembangan anak usia dini mulai usia 0-18 bulan, usia 18 bulan – 3 tahun, dan usia 3-6 tahun melalui pembentukan karakter  yang dipengaruhi faktor bawaan dan lingkungan, orangtua, pembentukan karakter dimulai sejak dini, juga pembentukan karakter berlangsung seumur hidup.

membangun karakter anak usia dini pdf melalui pembelajaran math character pembentukan makalah pentingnya pada membentuk islami jurnal teori pengertian proses sejak konsep skripsi tahapan cara bagaimana

Tahap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

KARAKTER adalah watak, sifat, atau hal-hal yang sangat mendasar yang ada pada diri seseorang sehingga membedakan seseorang daripada yang lain. Sering orang menyebutnya dengan ”tabiat” atau ”perangai”. Apa pun sebutannya, karakter adalah sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran, perasaan, dan perbuatannya.

Karakter ibarat pisau bermata dua. Karakter memiliki kemungkinan  akan  membuahkan dua  sifat  yang  berbeda atau saling bertolak belakang. Contoh, anak yang memiliki keyakinan tinggi. Hal ini akan menumbuhkan sifat berani sebagai buah keyakinan yang dimilikinya atau justru sebaliknya memunculkan sifat sembrono, kurang perhitungan karena terlalu yakin akan kemampuannya.



Membangun karakter ibarat mengukir. Dalam pendidikan karakter, setiap anak memiliki potensi untuk berperilaku positif atau negatif. Jika ibu- ayah membentuk karakter positif sejak anak usia dini, maka yang berkembang adalah perilaku positif tersebut. Jika tidak, tentu yang akan terjadi sebaliknya. Nah, bagaimana cara membangun karakter anak, berikut ini diuraikan beberapa hal yang perlu diketahui ibu-ayah.

Membangun Karakter Anak Usia Dini Sesuai Usia

MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA 0 – 18 BULAN
Tahun pertama kehidupan anak menjadi penting dalam membangun karakter anak. Caranya dengan membangun kualitas hubungan antara ibu-ayah dan anak. Kepekaan ibu-ayah terhadap kebutuhan anak menjadi akar dari pembentukan karakter anak.

Jika ibu-ayah peka atau tanggap terhadap kebutuhan anak, maka anak akan merasa nyaman dan tumbuh rasa percaya di dalam dirinya. Contoh, ketika anak menangis, ibu/ayah segera datang dan menenangkannya; ketika lapar, ibu segera menyusuinya.

Dari sini anak belajar, peka/tanggap  terhadap  kebutuhan  orang  lain  adalah  hal yang baik untuk dilakukan karena menimbulkan rasa nyaman dan percaya. Sebaliknya, jika ibu-ayah tidak peka/tanggap terhadap kebutuhan anaknya di tahun pertama kehidupan, anak akan merasa tidak nyaman, sehingga tidak tumbuh rasa peka dan percaya terhadap orang lain di dalam dirinya.

MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA 18 BULAN – 3 TAHUN
Anak belum dapat memahami apa yang benar dan salah. Anak belum memahami jika memukul orang lain itu salah,  misalnya.  Anak mengetahui  perbuatan  apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan karena ibu-ayah memberitahu-kannya atau karena ibu-ayah memberinya konsekuensi1. Pada tahap ini anak belajar, mematuhi ibu-ayah adalah suatu norma.

MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA 3 TAHUN – 6 TAHUN
Anak mulai menjiwai nilai-nilai yang diterapkan oleh ibu-ayah di dalam keluarga.  Anak juga mulai memahami, setiap perbuatannya dapat memiliki akibat tertentu sesuai dengan yang diajarkan oleh ibu-ayah. Misalnya, jika memukul adik, maka  adik  akan  menangis;  tangan  itu  digunakan  bukan untuk memukul tetapi untuk melakukan hal yang baik seperti membelai, mengusap, dan mendekap.