7KAIH Beribadah PAUD, Modul Ajar & Refleksi Guru Ortu. Seri buku saku guru PAUD “Ayo, Rajin Beribadah” 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat. Menurut Buku Saku Guru PAUD “Ayo, Rajin Beribadah” (Kemendikbud, 2025), beribadah adalah bentuk pengabdian, penghormatan, dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran agama atau kepercayaan yang dianut. Secara etimologi, ibadah berarti merendahkan diri serta tunduk.
Untuk anak usia dini, beribadah adalah cara menunjukkan cinta kepada Tuhan, misalnya dengan berdoa, bersyukur, dan berbuat baik setiap hari. Kebiasaan ini menjadi pondasi pembentukan sikap dan karakter yang berdampak pada pembangunan bangsa di masa depan.
Mengapa Kebiasaan Beribadah Penting Sejak Usia Dini?
Buku ini menekankan bahwa pembiasaan beribadah pada anak sebagai generasi penerus bangsa penting agar mereka tetap menjunjung tinggi sopan santun dan tradisi bangsa, sekaligus membentuk moral, perilaku, tabiat, serta akhlak terpuji dan bijaksana.
6 Makna Beribadah Bagi Anak Usia Dini
- Menumbuhkan Kesadaran Beragama
Membantu anak memahami dan merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. - Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan
Mengajarkan nilai moral seperti kejujuran, kebaikan, dan menghargai orang lain. - Membangun Disiplin dan Tanggung Jawab
Pembiasaan rutin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan ketekunan. - Mengembangkan Hubungan Spiritual
Anak belajar menghargai waktu, menumbuhkan rasa syukur, dan meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan. - Menghadapi Kesulitan
Mengajarkan anak bersabar, meminta bantuan Tuhan, dan percaya ada hikmah di balik cobaan sehingga lebih kuat mental-emosional. - Menumbuhkan Empati dan Kebaikan
Mendorong anak melakukan perbuatan baik dan berempati terhadap sesama.
10 Nilai Karakter yang Dibangun Melalui Pembiasaan Beribadah
Berdasarkan buku saku, ada 10 nilai penting yang terbentuk:
- Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa – Mengenal, mencintai, dan taat melalui doa
- Kejujuran – Berkata benar, mengakui kesalahan, membedakan milik pribadi dan bersama
- Disiplin – Tertib, antre, menepati janji, mengikuti aturan
- Toleransi dan Pengendalian Diri – Menghargai perbedaan, berbagi, membantu teman
- Percaya Diri – Berani berbicara, bertanya, mencoba hal baru
- Kemandirian – Membereskan mainan, memakai baju sendiri
- Menghargai Diri dan Orang Lain – Bangga dengan karya sendiri, menghargai karya teman
- Hormat dan Sopan Santun – Menggunakan kata “tolong”, “maaf”, “terima kasih”
- Tanggung Jawab – Menyelesaikan tugas, mengembalikan barang, memperbaiki kesalahan
- Tolong-Menolong dan Bekerja Sama – Membantu teman, menjaga kebersihan lingkungan
13 Cara Menanamkan Kebiasaan Beribadah
Buku menyediakan 13 strategi konkret yang bisa langsung diterapkan sebagai cara praktis menanamkan kebiasaan beribadah di tingkat PAUD sebagai bagian dari 7KAIH PAUD:
Strategi Dasar (1-7)
- Mulai dengan Doa Harian
Doa sebelum makan, tidur, atau belajar sebagai aktivitas rutin. - Perkenalkan Anak dengan Beribadah
Membiasakan berdoa untuk bersyukur dan mengenalkan tempat ibadah sesuai agama. - Cerita dan Kisah Inspiratif
Membacakan kisah nabi dan tokoh inspiratif melalui buku, video animasi, atau bercerita langsung. Diskusikan pengertian jujur, alasan harus jujur, dan contoh perilaku. - Membaca Kitab Suci
Kenalkan sesuai keyakinan: Al-Quran (Islam), Alkitab (Katolik/Kristen), Weda (Hindu), Tripitaka (Buddha), Si Shu (Konghucu). - Memberikan Contoh yang Baik
Guru adalah teladan utama. Anak cenderung meniru perilaku guru/orang tua. - Menggunakan Media Edukasi
Puzzle gambar tempat ibadah, memory game rumah ibadah, buku cerita, video. - Memberikan Apresiasi
Pujian (bukan hadiah materi) saat anak berhasil melaksanakan ibadah.
Strategi Lanjutan (8-13)
- Mengenal Ciptaan Tuhan di Lingkungan Sekolah
Mengajak anak memperhatikan pohon, gunung, kupu-kupu. Diskusi: siapa yang menciptakan, kegunaan, cara merawat. - Membiasakan Peduli Lingkungan
Membuang sampah, merapikan mainan, memilah sampah sesuai jenis. - Bermain Puzzle Rumah Ibadah
Membagi kelompok kecil, menyusun puzzle, menjelaskan nama-nama tempat ibadah sebagai bentuk toleransi. - Beribadah di Lingkungan PAUD
Menentukan pemimpin doa secara bergiliran, membimbing anak berani mencoba. - Menyiapkan dan Merapikan Alat Ibadah
Diskusi alat ibadah, anak menyiapkan sendiri, merapikan kembali setelah digunakan. - Diskusi tentang Bersyukur
Memperlihatkan foto keluarga, diskusi perasaan terhadap keluarga, bagaimana membantu yang sakit, cara berbicara santun.
Download Buku Saku 7KAIH Rajin Beribadah
Gunakan link tautan berikut ini untuk mengunduh buku saku seri Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebar (7KAIH) PAUD tentang Ayo Rajin Beribadah :
Untuk buku saku seri lain yang merupakan buku saku untuk Guru PAUD bisa didapatkan gratis disini :
| No | 7KAIH | Judul Buku | Download File |
|---|---|---|---|
| 1 | Bangun Pagi | Aku Senang Bangun Pagi | Link Dokumen |
| 2 | Beribadah | Ayo Rajin Beribadah | Link Dokumen |
| 3 | Berolahraga | Ayo Bergerak Sehat Bersama | |
| 4 | Makan Sehat dan Bergizi | Makananku Sehat dan Bergizi | |
| 5 | Gemar Belajar | Serunya Belajar Melalui Bermain | |
| 6 | Bermasyarakat | Berteman Sungguh Menyenangkan | |
| 7 | Tidur Cepat | Tidur Cepat, Bangun Semangat |

Contoh Modul Ajar “Mengenal Kebiasaan Beribadah”
Berikut ini adalah contoh modul ajar 1 minggu tentang mengenal kebiasaan beribadah untuk PAUD/TK dilengkapi refleksi dan penilaian.
HARI 1 (Senin): Mengenal Doa Harian
Kegiatan Pembuka (15 menit)
- Berdoa bersama sebelum kegiatan
- Diskusi: “Kapan kita berdoa?”
Kegiatan Inti (40 menit)
- Praktik Doa Sehari-hari (20 menit)
- Guru mencontohkan doa sebelum makan
- Anak menirukan dengan bimbingan
- Praktik bersama-sama
- Bermain Peran “Waktu Berdoa” (20 menit)
- Anak memerankan aktivitas: bangun tidur, mau makan, tidur malam
- Praktik doa sesuai situasi
Kegiatan Penutup (15 menit)
- Refleksi: “Apa yang kamu rasakan saat berdoa?”
- Apresiasi untuk anak yang aktif berpartisipasi
Bahan dan Alat: Gambar aktivitas sehari-hari, boneka tangan
HARI 2 (Selasa): Mengenal Ciptaan Tuhan
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Bernyanyi lagu “Pelangi”
- Tanya jawab: “Siapa yang membuat pelangi?”
Kegiatan Inti (40 menit)
- Eksplorasi Lingkungan Sekolah (25 menit)
- Jalan-jalan di halaman sekolah
- Mengamati pohon, bunga, kupu-kupu, batu
- Guru bertanya: “Siapa yang menciptakan ini?”
- Diskusi Kelompok (15 menit)
- Benda ciptaan Tuhan yang ditemui
- Cara menjaga dan merawat ciptaan Tuhan
- Kegunaan benda-benda tersebut
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Menggambar benda ciptaan Tuhan favorit
- Ucapan takjub: “Subhanallah/MasyaAllah/Wah bagus sekali…”
Bahan dan Alat: Kertas, crayon, kaca pembesar (opsional)
HARI 3 (Rabu): Mengenal Tempat Ibadah
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Cerita bergambar tentang pergi ke tempat ibadah
- Tanya jawab pengalaman anak
Kegiatan Inti (40 menit)
- Bermain Puzzle Rumah Ibadah (20 menit)
- Membagi anak dalam kelompok (4-5 anak/kelompok)
- Setiap kelompok menyusun puzzle rumah ibadah
- Anak memilih teman, tempat, dan media tanpa membeda-bedakan
- Memory Game Rumah Ibadah (20 menit)
- Mencocokkan gambar rumah ibadah yang sama
- Menjelaskan nama tempat ibadah
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Setiap kelompok menceritakan puzzle yang disusun
- Diskusi: “Mengapa ada banyak tempat ibadah berbeda?”
Bahan dan Alat: Puzzle rumah ibadah, kartu memory game, gambar rumah ibadah
HARI 4 (Kamis): Menyiapkan Alat Ibadah
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Diskusi: “Apa saja alat ibadah yang kamu tahu?”
Kegiatan Inti (40 menit)
- Mengenal Alat Ibadah (20 menit)
- Setiap anak membawa alat ibadah dari rumah
- Menunjukkan dan menjelaskan kegunaannya
- Berbagi jika ada teman yang tidak membawa
- Praktik Menyiapkan dan Merapikan (20 menit)
- Menyiapkan alat ibadah sendiri
- Praktik beribadah (disesuaikan agama masing-masing)
- Merapikan kembali alat ibadah
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Penguatan: “Semua anak sudah mandiri menyiapkan alat ibadah sendiri!”
- Diskusi arti kata “mandiri” dalam beribadah
Bahan dan Alat: Alat ibadah masing-masing anak, tempat penyimpanan
HARI 5 (Jumat): Bersyukur dan Berbagi
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Setiap anak membawa foto keluarga
- Sharing perasaan terhadap keluarga
Kegiatan Inti (40 menit)
- Diskusi Rasa Syukur (20 menit)
- “Bagaimana perasaanmu jika ada keluarga yang sakit?”
- “Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu?”
- Contoh cara berbicara santun kepada orang tua
- Praktik Berdoa untuk Orang Lain (20 menit)**
- Mendoakan keluarga dan teman
- Membuat kartu ucapan “Cepat Sembuh” untuk yang sakit
- Praktik mengucapkan syukur sesuai agama masing-masing
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi mingguan: “Apa yang paling kamu suka minggu ini?”
- Sertifikat “Aku Rajin Beribadah” untuk semua anak
Bahan dan Alat: Foto keluarga, kertas kartu, crayon, stiker
Contoh Kesimpulan dan Refleksi Rajin Beribadah
Refleksi Harian Guru (Format Template)
Tanggal: _____________
Tema/Aktivitas: _____________
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah saya mendorong anak mencoba ide sendiri tentang cara beribadah?
- Apakah saya meminta anak menceritakan kembali aktivitas beribadah yang dilakukan?
- Apakah saya mencontohkan pernyataan “Saya ingin tahu apakah…”?
- Apakah saya membimbing anak menggunakan kata-kata sendiri dan memberi kosa kata baru?
- Apakah saya menawarkan beberapa bahan untuk mencari tahu apa yang membuat anak senang?
- Apakah saya membiarkan anak mencoba aktivitas sendiri?
Contoh Refleksi Guru (Sudah Diisi)
Nama Guru: Ibu Sarah
Minggu ke: 2
Tema: Mengenal Kebiasaan Beribadah
Saya Menyadari:
Kebiasaan beribadah pada anak muncul saat mereka melihat contoh langsung dari guru dan teman. Hari ini saat saya berdoa dengan khusyuk, anak-anak mengikuti dengan lebih fokus.
Yang Sudah Saya Lakukan:
- Saya memodelkan pertanyaan "Ibu guru penasaran sekali siapa yang sudah tahu makna beribadah"
- Saya memuji proses: "Wah, Arif berusaha keras menyusun puzzle rumah ibadah sendiri!"
- Anak-anak terlihat bersemangat saat bermain puzzle rumah ibadah dan memory game
Tantangan yang Muncul:
Beberapa anak masih malu saat diminta menjadi pemimpin doa. Mereka lebih suka menunjuk teman yang sama terus.
Solusi yang Akan Dicoba:
Minggu depan akan membuat sistem giliran dengan "Papan Pemimpin Doa" agar semua anak mendapat kesempatan. Akan membimbing lebih intensif anak yang malu dengan praktik di kelompok kecil dulu.
Perkembangan Positif:
- 15 dari 18 anak sudah bisa berdoa sebelum makan tanpa diingatkan
- Anak mulai saling mengingatkan: "Eh, belum doa!"
- Orang tua melaporkan anak lebih rajin berdoa di rumah
Refleksi Orang Tua (Lembar Observasi 1 Minggu)
Nama Anak: Budi
Periode: 10-16 Februari 2028

Catatan Orang Tua:
Tantangan Minggu Ini:
- Senin-Selasa: Budi masih perlu diingatkan 2-3 kali untuk beribadah
- Rabu: Lupa menyiapkan alat ibadah, terburu-buru pagi hari
- Kamis: Tidak mau berbagi mainan dengan adik, rewel
Kemajuan yang Terlihat:
- Mulai Rabu, Budi sudah ingat sendiri waktu doa
- Jumat-Minggu: Sangat mandiri, bahkan mengingatkan adik untuk berdoa
- Sabtu: Budi minta ke masjid sendiri bersama ayah
- Minggu: Budi mengajarkan adik cara merapikan mukena
Rencana Minggu Depan:
- Buat alarm khusus pengingat waktu beribadah
- Siapkan alat ibadah malam sebelumnya
- Apresiasi lebih banyak saat berbagi dengan adik
Kesimpulan Refleksi: Indikator Keberhasilan Program
Untuk Guru:
Program “Ayo, Rajin Beribadah” berhasil jika:
✓ Aspek Pemahaman (80% anak)
- Anak bisa menyebutkan minimal 3 cara beribadah
- Memahami makna bersyukur dan berdoa
- Mengenal tempat ibadah berbeda dengan sikap toleran
✓ Aspek Praktik (70% anak)
- Berdoa sebelum dan sesudah aktivitas tanpa diingatkan
- Menyiapkan alat ibadah sendiri
- Berani menjadi pemimpin doa (minimal sekali)
✓ Aspek Sikap (60% anak)
- Menunjukkan antusiasme saat beribadah
- Menghormati teman yang berbeda agama
- Peduli terhadap sesama (berbagi, tolong-menolong)
Untuk Orang Tua:
Keberhasilan di rumah terlihat dari:
✓ Perubahan Perilaku
- Anak lebih mudah diajak beribadah
- Inisiatif berdoa tanpa diminta
- Merapikan alat ibadah sendiri
✓ Kesadaran Spiritual
- Mulai bertanya tentang Tuhan
- Ucapan syukur lebih sering muncul
- Peduli saat ada yang sakit (mendoakan)
✓ Dampak Jangka Panjang
- Karakter jujur, disiplin, tanggung jawab terbentuk
- Toleransi terhadap perbedaan meningkat
- Hubungan dengan keluarga lebih harmonis
Literasi dan Numerasi dalam Kebiasaan Beribadah
Contoh Literasi:
- Membaca doa-doa harian pendek
- Memahami makna bacaan keagamaan
- Mendengarkan kisah tokoh inspiratif (5-10 menit setiap pagi)
- Menceritakan kembali pengalaman beribadah
Contoh Numerasi:
- Menghitung jumlah rakaat sholat (untuk Muslim)
- Mengenal konsep waktu ibadah (pagi, siang, malam)
- Menghitung berapa kali berdoa dalam sehari
- Mencocokkan jumlah alat ibadah
Kesimpulan
Kebiasaan Ayo, Rajin Beribadah adalah fondasi penting dalam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk membentuk karakter unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dengan 13 strategi praktis, modul ajar sistematis, dan refleksi berkala, guru dan orang tua dapat menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, toleransi, dan kebaikan sejak dini.
