Panduan Tidur Cepat 7KAIH PAUD, Modul Ajar & Refleksi tindak lanjut dalam buku saku berjudul “Tidur Cepat Bangun Semangat” yang merupakan sebuah Panduan Lengkap Kebiasaan Tidur Cepat PAUD Anak Indonesia Hebat. Halaman ini berisi buku Panduan lengkap kebiasaan tidur cepat anak PAUD dari Kemendikbud dilengkapi Modul ajar 1 minggu, durasi tidur ideal, refleksi guru PAUD untuk anak Indonesia hebat. tidur cepat anak PAUD, 7KAIH tidur cepat, kebiasaan tidur anak, durasi tidur ideal, modul ajar tidur PAUD, rutinitas malam anak, refleksi guru TK, literasi numerasi tidur, anak indonesia hebat, pola tidur sehat
Apa Itu Kebiasaan Tidur Cepat?
Menurut Buku Saku “Tidur Cepat, Bangun Semangat” (Kemendikbud, 2025), tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan (Potter & Perry, 2005).
Berikut pengertian tidur menurut para ahli:
- Guyton & Hall (1997): Tidur adalah suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya.
- Lannywati (2001): Tidur adalah kondisi hilangnya kesadaran secara periodik dan normal.
- Wahid dan Nurul (2007): Tidur adalah suatu keadaan tidak sadar yang menyebabkan reaksi individu terhadap lingkungan sekitar menurun bahkan hilang.
Kebiasaan tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu secara teratur dan tidak larut malam, yang disesuaikan dengan kebutuhan ideal waktu tidur anak agar dapat bangun pagi.
Mengapa Kebiasaan Tidur Cepat Penting bagi Anak Usia Dini?
Tidur adalah kebutuhan dasar anak, sama pentingnya dengan makan bergizi dan bermain. Tidur yang cukup dan nyenyak, terutama saat malam hari, membuat tubuh dan otaknya dapat berkembang dengan baik.
4 Manfaat Kebiasaan Tidur Cepat
1. Membantu Tubuh Beristirahat dan Pulih
Saat anak tidur lebih awal, otot, otak, dan organ tubuhnya memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Hal ini membuat tubuh mereka kembali segar dan siap beraktivitas keesokan harinya.
2. Menjaga Kesehatan Pikiran dan Perasaan
Tidur cepat menjadikan anak lebih tenang, mengurangi rasa lelah dan rewel. Anak juga menjadi lebih siap menghadapi kegiatan sehari-hari dengan senyum dan semangat.
3. Menyeimbangkan Waktu Bermain dan Beristirahat
Anak membutuhkan waktu untuk bermain dan belajar, tetapi juga perlu waktu yang cukup untuk tidur. Dengan tidur lebih awal, anak memiliki keseimbangan yang baik antara aktivitas dan istirahat.
4. Menjadikan Anak Lebih Semangat Belajar
Setelah tidur cukup, anak biasanya lebih ceria, mudah diajak belajar, dan memiliki banyak ide. Otaknya menjadi lebih siap menerima pelajaran baru.
Durasi Tidur yang Dibutuhkan Berdasarkan Usia
Menurut National Sleep Foundation (2015), waktu tidur yang ideal berdasarkan kelompok usia adalah:

Untuk anak usia PAUD (3-5 tahun), kebutuhan tidur adalah 10-13 jam per hari, termasuk tidur siang sekitar 1-2 jam.
3 Cara Menanamkan Kebiasaan Tidur Cepat
Cara 1: Menanamkan Pemahaman tentang Manfaat Tidur Cepat
Gunakan Media Visual yang Menarik
Poster atau gambar di kelas tidak hanya membuat ruangan terlihat indah, tetapi juga membantu anak belajar. Anak usia dini lebih mudah mengerti jika informasi disampaikan lewat gambar atau ilustrasi dibandingkan penjelasan panjang.
Contoh Poster yang Bisa Dibuat:
- Rutinitas malam hari (mandi → sikat gigi → pakai piyama → baca buku → berdoa → tidur)
- Manfaat tidur cepat (tubuh sehat, otak pintar, semangat belajar)
- Jam tidur ideal (gambar jam menunjukkan pukul 20.00-21.00)
Tips Pembuatan Poster:
- Gunakan warna cerah dan karakter lucu
- Libatkan anak dalam membuat poster (menggambar, memilih gambar)
- Gunakan aplikasi gratis untuk desain (Canva, Poster Maker)
Cara 2: Menciptakan Lingkungan yang Mendukung
Aktivitas: Papan “Waktu Tidur vs Waktu Bangun”
Tujuan:
- Anak mampu membedakan aktivitas yang dilakukan sebelum tidur dan setelah bangun
- Anak memahami urutan kegiatan harian
- Anak belajar konsep waktu sederhana
Alat dan Bahan:
- 2 papan besar bertuliskan “WAKTU TIDUR” dan “WAKTU BANGUN”
- Kartu bergambar aktivitas harian: makan, mandi, sikat gigi, pakai piyama, baca buku, berdoa, tidur, bangun, sarapan, bermain
Langkah Kegiatan:
- Identifikasi Aktivitas: Minta anak menyebutkan beberapa aktivitas inti harian mereka
- Tunjukkan Papan: Perkenalkan papan “WAKTU TIDUR” dan “WAKTU BANGUN”
- Sortir Kartu: Anak secara acak memilih satu kartu, lalu meletakkan pada papan yang sesuai sambil menjelaskan alasannya
- Pertanyaan Pemantik: “Kapan kamu biasanya membaca buku? Siapa yang membacakan untukmu?” atau “Mengapa sarapan masuk di Waktu Bangun?”
- Kesimpulan: Dorong anak menyimpulkan sendiri pentingnya jadwal tidur. Tanya: “Apa yang terjadi kalau kita kurang tidur?”
- Apresiasi: Anak mengapresiasi teman yang sudah berani berpendapat atau menyortir kartu dengan tepat
Penguatan Positif: “Wah, kamu tahu banyak tentang tidur, hebat!” atau “Itu ide yang bagus sekali!”
Cara 3: Integrasi dengan Literasi dan Numerasi
Aktivitas A: Buku Mini “Angka dan Tidurku”
Tujuan:
- Mengenal lambang bilangan
- Mengenal rutinitas harian
- Mengembangkan kreativitas
Informasi: Usia 4-6 tahun, Durasi 20-30 menit
Alat dan Bahan: Gambar, kertas, lem, gunting, pensil, krayon, stiker
Cara Bermain:
- Diskusi: Ajak anak berdiskusi tentang hal-hal yang bisa diukur/dihitung di kamar tidur mereka (jumlah bantal, langkah, mainan)
- Membuat Buku: Anak membuat dan merancang sendiri buku mini (melipat kertas menjadi halaman, menggunting cover)
- Isi Buku: Anak menuliskan/menggambarkan data unik tentang tidurnya:
- Halaman 1: Aku tidur pukul…
- Halaman 2: Aku punya… bantal
- Halaman 3: Ada… langkah ke tempat tidurku
- Menghias: Anak menghias sampul dan halaman dengan stiker, spidol, kain perca
- Presentasi: Anak secara sukarela menunjukkan karyanya dan menceritakan isi buku
Numerasi: Menghitung bantal, langkah, mainan, mengenal jam
Aktivitas B: Bercerita “Waktu Tidurku”
Tujuan:
- Anak mampu menceritakan kembali pengalaman pribadi terkait kebiasaan tidur
- Anak mampu menyampaikan urutan kegiatan dengan runut
- Anak mampu mengekspresikan diri secara lisan dengan percaya diri
Informasi: Usia 4-6 tahun, Durasi 25-45 menit
Alat dan Bahan:
- Gambar-gambar aktivitas sebelum tidur (mandi, sikat gigi, pakai piyama, baca buku, berdoa, tidur)
- Mikrofon mainan atau tongkat bicara (untuk giliran bercerita)
Cara Bermain:
- Circle Time: Anak duduk melingkar. Fasilitasi berbagi perasaan pagi ini: “Bagaimana rasanya badanmu saat bangun?”
- Pertanyaan Pemantik: “Siapa yang tidurnya enak sekali tadi malam?” atau “Apa yang membantumu tidur nyenyak?”
- Identifikasi Gambar: Perlihatkan gambar rutinitas malam. Minta anak memilih satu gambar yang mereka lakukan tadi malam
- Bercerita: Berikan tongkat bicara/mikrofon mainan. Anak menceritakan urutan singkat kegiatan sebelum tidur
Literasi: Menceritakan urutan kegiatan, mengekspresikan diri secara lisan

Download 7KAIH PAUD Panduan Tidur Cepat
Buku saku guru PAUD yang merupakan seri kebiasaan Tidur Cepat yaitu berjudul “Tidur Cepat Bangun Semangat”, silakan unduh dari tautan berikut ini :
Untuk buku saku seri lain yang merupakan buku saku untuk Guru PAUD bisa didapatkan gratis disini. Berikut ini daftar buku panduan 7KAIH PAUD :
| No | 7KAIH PAUD | Judul Buku | Download File Buku Saku Guru 7KAIH |
|---|---|---|---|
| 1 | Bangun Pagi | Aku Senang Bangun Pagi | Link Dokumen |
| 2 | Beribadah | Ayo Rajin Beribadah | Link Dokumen |
| 3 | Berolahraga | Ayo Bergerak Sehat Bersama | Link Dokumen |
| 4 | Makan Sehat dan Bergizi | Makananku Sehat dan Bergizi | Link Dokumen |
| 5 | Gemar Belajar | Serunya Belajar Melalui Bermain | Link Dokumen |
| 6 | Bermasyarakat | Berteman Sungguh Menyenangkan | Link Dokumen |
| 7 | Tidur Cepat | Tidur Cepat, Bangun Semangat | Link Dokumen |
Modul Ajar 1 Minggu: “Tidur Nyenyak, Bangun Semangat”
Informasi Umum
- Durasi: 5 hari (Senin-Jumat)
- Tema: Tubuhku – Kebiasaan Sehat
HARI 1 (Senin): Mengenal Manfaat Tidur
Kegiatan Pembuka (15 menit)
- Lagu “Nina Bobo”
- Diskusi: “Berapa jam kamu tidur tadi malam?”
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Cerita Bergambar “Mengapa Kita Harus Tidur?” (20 menit)
- Guru membacakan cerita tentang anak yang tidur cukup vs kurang tidur
- Diskusi: “Apa yang terjadi pada anak yang tidak tidur cukup?”
- Mengenal manfaat: tubuh sehat, otak pintar, semangat belajar
2. Membuat Poster “Manfaat Tidur” (20 menit)
- Anak menggambar/menempel gambar tentang manfaat tidur
- Setiap anak menjelaskan gambarnya
- Tempel poster di kelas
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi: “Apa manfaat tidur yang kamu ingat?”
- Bernyanyi “Nina Bobo” bersama
Bahan dan Alat: Buku cerita, kertas, gambar, lem, crayon
HARI 2 (Selasa): Rutinitas Malam Hari
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Review manfaat tidur
- Pertanyaan: “Apa yang kamu lakukan sebelum tidur?”
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Aktivitas Papan “Waktu Tidur vs Waktu Bangun” (30 menit)
- Siapkan 2 papan dan kartu aktivitas harian
- Anak menyortir kartu ke papan yang sesuai
- Diskusi: Mengapa sikat gigi masuk waktu tidur?
- Numerasi: Menghitung jumlah aktivitas di setiap papan
2. Menyusun Urutan Rutinitas (10 menit)
- Anak mengurutkan 6 kartu rutinitas malam (mandi → sikat gigi → pakai piyama → baca buku → berdoa → tidur)
- Bercerita: “Ini urutanku sebelum tidur”
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi: “Berapa aktivitas yang harus kita lakukan sebelum tidur?”
- Membuat komitmen: “Malam ini aku akan…”
Bahan dan Alat: Papan, kartu gambar aktivitas, selotip
HARI 3 (Rabu): Buku Mini “Angka dan Tidurku”
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Lagu “Satu-Satu Aku Sayang Ibu”
- Pertanyaan: “Berapa bantal di tempat tidurmu?”
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Diskusi Hal-hal yang Bisa Dihitung (10 menit)
- Guru bertanya: “Apa saja yang bisa dihitung di kamar tidurmu?”
- Anak menyebutkan: bantal, boneka, langkah, jendela
2. Membuat Buku Mini (30 menit)
- Anak melipat kertas menjadi buku kecil (4 halaman)
- Menulis/menggambar:
- Halaman 1: Aku tidur pukul…
- Halaman 2: Aku punya… bantal
- Halaman 3: Ada… langkah ke tempat tidurku
- Halaman 4: Boneka favoritku (gambar)
- Menghias dengan stiker dan crayon
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Presentasi buku mini (5 anak secara sukarela)
- Teman menebak: “Berapa bantal yang dia punya?”
Bahan dan Alat: Kertas, pensil, crayon, stiker, lem
HARI 4 (Kamis): Bercerita “Waktu Tidurku”
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Lagu “Bangun Tidur”
- Pertanyaan: “Apakah kamu tidur nyenyak tadi malam?”
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Circle Time “Berbagi Cerita” (25 menit)
- Anak duduk melingkar
- Perlihatkan gambar rutinitas malam
- Setiap anak memilih 1 gambar dan bercerita menggunakan mikrofon mainan
- Pertanyaan pemantik: “Siapa yang membacakan buku untukmu?”
2. Drama Sederhana (15 menit)
- Bagi anak menjadi 3 kelompok
- Setiap kelompok memerankan rutinitas malam (5 menit persiapan, 3 menit pentas)
- Kelompok lain menebak urutan kegiatan
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi: “Apa yang sama dari cerita teman-teman?”
- Apresiasi: Tepuk tangan untuk semua yang sudah berani bercerita
Bahan dan Alat: Gambar rutinitas, mikrofon mainan, boneka, piyama
HARI 5 (Jumat): Pesta Piyama – Refleksi Mingguan
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Review kegiatan minggu ini
- Anak boleh pakai piyama/baju tidur ke sekolah (opsional)
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Galeri Karya (15 menit)
- Display semua poster dan buku mini minggu ini
- Anak berkeliling melihat karya teman
- Memberikan stiker apresiasi
2. Simulasi “Waktunya Tidur” (25 menit)
- Buat area “kamar tidur” di kelas (kasur, bantal, selimut)
- Anak bergantian mempraktikkan rutinitas lengkap: mandi (pura-pura), sikat gigi, pakai piyama, baca buku, berdoa, tidur
- Guru membacakan dongeng “Selamat Malam, Bulan”
- Praktik relaksasi: tarik napas dalam, hembuskan pelan
Kegiatan Penutup (15 menit)
- Sertifikat “Juara Tidur Cepat”
- Refleksi mingguan: “Apa yang akan kamu lakukan di rumah malam ini?”
- Bernyanyi “Nina Bobo” sebagai penutup
Bahan dan Alat: Kasur/matras, bantal, selimut, buku dongeng, sertifikat
Keterlibatan Orang Tua: 5 Strategi Penting
1. Ciptakan Rutinitas Malam Hari
Melakukan kegiatan yang sama setiap malam sebelum tidur akan membuat anak merasa tenang, nyaman, dan mudah tertidur nyenyak.
Contoh Rutinitas:
- 19.00: Mandi air hangat
- 19.30: Makan malam
- 20.00: Sikat gigi, pakai piyama
- 20.15: Baca buku bersama (15 menit)
- 20.30: Berdoa, peluk, cium
- 20.45: Matikan lampu, tidur
2. Jauhkan Gawai Sebelum Tidur
Hindari penggunaan gawai (HP, tablet, TV) minimal 1 jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi melatonin (hormon tidur) dan membuat anak sulit mengantuk.
Alternatif: Ganti dengan membaca buku, mendengarkan musik lembut, atau bercerita.
3. Pastikan Lingkungan Tidur Nyaman
- Kamar tidur gelap: Gunakan tirai tebal atau lampu tidur redup
- Suhu sejuk: 20-22°C ideal untuk tidur
- Tempat tidur nyaman: Kasur empuk, bantal lembut, selimut hangat
- Tenang: Hindari suara bising
- Aroma terapi: Lavender ringan (opsional)
- Musik lembut: Lullaby atau suara alam (opsional)
4. Batasi Konsumsi Gula di Malam Hari
Makanan atau minuman manis dapat membuat anak menjadi lebih aktif dan sulit tidur. Kandungan gula tinggi dapat meningkatkan energi secara tiba-tiba yang memicu hiperaktivitas.
Hindari: Permen, minuman bersoda, coklat, kue manis menjelang tidur
Alternatif Sehat: Susu hangat, pisang, roti gandum, oatmeal
5. Aktivitas Fisik yang Cukup di Siang Hari
Anak yang aktif bergerak di siang hari (bermain, berlari, melompat) akan merasa lelah secara alami. Hal ini membuat tubuh mereka lebih siap untuk beristirahat di malam hari.
Tips: Ajak anak bermain di luar minimal 1 jam per hari (pagi atau sore)
Refleksi: Kebiasaan Tidur Cepat Anak PAUD
Contoh Refleksi Guru (Sudah Diisi)
Nama Guru: Ibu Anisa
Tanggal: 21 Februari 2030
Tema: Rutinitas Malam Hari
PENGAMATAN MINGGU INI:
Hari ini anak-anak sangat antusias saat kegiatan “Papan Waktu Tidur vs Waktu Bangun”. Yang paling menarik:
– 90% anak bisa menyortir kartu dengan benar!
– Rania awalnya ragu, tapi setelah melihat teman, dia jadi berani mencoba
– Diskusi seru terjadi saat kartu “membaca buku” – beberapa anak bilang bisa dilakukan saat bangun juga, dan mereka benar!
– Anak-anak sangat excited menghitung jumlah aktivitas: “Bu, waktu tidur ada 6, waktu bangun ada 5!”
NILAI YANG MUNCUL:
✓ Pemahaman konsep waktu (sebelum tidur vs setelah bangun)
✓ Kemampuan berhitung (menghitung jumlah kartu)
✓ Keberanian mengungkapkan pendapat
✓ Mendengarkan teman dengan baik
TANTANGAN:
– 3 anak (Farhan, Budi, Sari) bingung dengan kartu “olahraga” – mereka bilang “bisa pagi, bisa sore”
– Waktu 30 menit kurang untuk semua anak mendapat giliran bercerita
– Beberapa anak masih malu-malu pakai mikrofon mainan
SOLUSI YANG DITERAPKAN:
– Untuk kartu “olahraga”: Saya jelaskan “Betul! Ada aktivitas yang bisa dilakukan kapan saja. Tapi kalau mau tidur cepat, sebaiknya olahraga dilakukan siang/sore, bukan malam”
– Untuk waktu: Besok akan buat 2 sesi, pagi dan siang agar semua dapat giliran
– Untuk yang malu: Saya mulai dengan guru bercerita dulu, lalu ajak anak yang percaya diri, baru yang malu jadi ikut berani
FEEDBACK DARI ORANG TUA:
Ibu Rania WA saya: “Bu, Rania pulang cerita soal waktu tidur! Dia minta dibuatkan jadwal rutinitas malam kayak di sekolah. Sekarang dia rajin sikat gigi sebelum tidur tanpa disuruh!”
Bapak Farhan bilang saat jemput: “Pak Guru, Farhan sekarang tidur lebih cepat. Dia bilang ‘Pak, aku harus tidur jam 8 biar besok semangat kayak di sekolah!'”
INI YANG PALING MEMBANGGAKAN! Kebiasaan di sekolah mulai diterapkan di rumah 💙
HASIL SETELAH 1 MINGGU:
– 85% anak bisa menyebutkan minimal 4 rutinitas malam
– 70% anak melaporkan mulai tidur lebih cepat di rumah (berdasarkan laporan orang tua)
– Anak lebih semangat di pagi hari – berkurang yang ngantuk saat circle time
– Poster “Rutinitas Malam” jadi favorit anak – mereka sering menunjuk dan bercerita
RENCANA TINDAK LANJUT:
– Minggu depan: Praktik langsung simulasi “Waktunya Tidur” di kelas (bawa kasur, bantal)
– Buat “Kalender Tidur” – anak kasih stiker setiap hari jika tidur cepat
– Undang orang tua untuk sharing session tentang tantangan tidur anak di rumah
– Libatkan orang tua: Kirim video rutinitas tidur anak di rumah ke grup WA kelas
Indikator Keberhasilan Program
Untuk Guru:
✓ 80% anak mampu menyebutkan minimal 3 manfaat tidur cepat
✓ Anak bisa mengurutkan rutinitas malam (6 aktivitas) dengan benar
✓ Anak antusias saat kegiatan tentang tidur (tidak bosan)
✓ Anak mulai datang ke sekolah dengan lebih segar (tidak ngantuk)
Untuk Orang Tua:
✓ Anak tidur lebih cepat (maksimal pukul 21.00)
✓ Anak bangun pagi lebih mudah (tidak rewel)
✓ Anak konsisten melakukan rutinitas malam tanpa drama
✓ Anak tidur lebih nyenyak (tidak terbangun di malam hari)
✓ Anak lebih semangat dan ceria di pagi hari
Penutup
Kebiasaan tidur cepat adalah fondasi kesehatan fisik dan mental anak Indonesia hebat menuju 2045. Dengan 3 cara praktis—pemahaman manfaat, lingkungan mendukung, dan integrasi literasi-numerasi—guru dan orang tua dapat menanamkan pola tidur sehat yang melekat hingga dewasa. Tidur cukup bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fondasi penting untuk mencetak generasi anak hebat Indonesia yang sehat, cerdas, dan bahagia.
