Cara Menata Ruang Luar (Outdoor) Lingkungan Main PAUD



Cara Menata Ruang Luar (outdoor) Lingkungan Main Anak Usia Dini (PAUD) –Ruang luar merupakan lingkungan belajar yang sangat menyenangkan bagi anak. Di ruang luar anak lebih bebas bergerak karena seharusnya ruang luar memfasilitasi perkembangan motorik kasar anak.

Lingkungan belajar tidak selalu identik dengan banyaknya alat permainan yang dimiliki, tetapi terlebih penting adalah bagaimana agar anak dapat terlibat aktif di dalam lingkungan belajar tersebut. Tidak pula menjadi arif bila satuan PAUD yang terbatas luas halaman bermainnya diisi dengan alat permainan di luar yang penuh sesak. Anggapan bahwa PAUD yang tidak memiliki alat bermain di luar adalah lembaga PAUD yang kurang bermutu, sudah harus ditinggalkan.

Cara Menata Ruang Luar (Outdoor) Lingkungan Main PAUD

Lingkungan adalah guru ketiga bagi anak. Dari lingkungan, anak belajar tentang kebersihan, kerapian, disiplin, kemandirian, semangat pantang menyerah, dan banyak hal lainnya. Oleh karena itu, lingkungan pada Pendidikan Anak Usia Dini harus direncanakan, ditata, dimanfaatkan, dan dirawat secara cermat agar mampu mendukung pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan bersama.

Cara Menata Ruang Luar (Outdoor) Lingkungan Main PAUD



Hal yang harus diperhatikan dengan ruang luar:

  1. Luas area bermain sebagaimana standar internasional menetapkan 7 m2 per anak
  2. Ruang bermain outdoor dipastikan tidak terdapat binatang yang menyengat
  3. Bak pasir harus ditutup bila tidak digunakan dan dipastikan dalam kondisi kering agar tidak menjadi tempat berkembang biak binatang kecil.
  4. Area basah ditempatkan di luar, dekat dengan sumber air, lantai yang tidak licin, sanitasi terjaga baik agar air tidak menggenang.

Mainan di ruang luar:

  1. Bebas dari bahan yang berbahaya.
  2. Penataan sarana cukup luas bagi anak bergerak bebas, tidak perlu berdesakan.
  3. Ketinggian mainan sebaiknya tidak lebih dari 1.5 meter dan tingkat kemiringannya sekitar 40o.
  4. Dasar seluncuran cukup lembut.
  5. Dipastikan tidak mudah patah atau putus.
  6. Dikontrol dan diperbaiki secara reguler. Sebaiknya tidak terkena langsung terik matahari.
  7. Seluncuran, ayunan, jungkitan, dan sarana bermain outdoor dalam kondisi baik dan catnya tidak mengandung toxin.
  8. Jika bahan menggunakan kayu, dipastikan permukaan kayu licin untuk mencegah anak tertusuk serpihannya.

Apa yang Harus Dipertimbangkan dalam Membuat Pagar?

  1. Pagar pembatas area outdoor dengan tempat umum di luar lembaga diperlukan untuk memastikan bahwa anak-anak tidak bisa terdorong ke dalam situasi berbahaya.
  2. Desain dan ketinggian pagar harus sedemikian rupa untuk mencegah anak dapat keluar dengan cara merangkak di bawah
  3. Mekanisme penguncian harus disediakan untuk mengatasi potensi berbahaya ketika gerbang tidak ditutup.
  4. Pagar dapat menjadi sentra berkebun anak