7 Prinsip Penataan APE Sarana Bermain Luar Ruangan PAUD



NSPK Sarpras PAUD. 7 Prinsip Penataan APE Sarana Bermain Luar Ruangan PAUD –Sarana bermain adalah lingkungan sekitar ataupun alat permainan yang dapat dijadikan sebai alat untuk mendukung perkembangan anak.

Untuk membuat sarana bermain luar ruangan PAUD yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak, maka pada saat merancang taman bermain yang aman untuk anak harus merencanakan jenis mainan apa yang dipilih dan juga yang lebih utamanya adalah faktor keselamatan.

Selain pemilihan alat bermain yang berupa APE outdoor, penataan sarana bermain juga perlu agar para pendidik PAUD dapat mengontrol dan memonitor pergerakan anak.

7 Prinsip Penataan Sarana Bermain Luar Ruangan PAUD

Prinsip penataan sarana bermain anak luar ruangan dapat berpatokan pada tujuh prinsip berikut ini :



1. Aksesibilitas (accessibility)

Aksesibilitas yang dimaksud dalam hal ini adalah mainan luar mudah di akses oleh anak dengan aman. Permukaan yang mudah diakses ini harus sesuai dengan aturan yang ada pada SNI-ISO: 8124. Misalnya, berbagai mur dan baut diberi pelindung/ditutup, daerah yang disentuh anak atau terjangkau oleh anak tidak boleh ada ujung runcing atau tepi tajam (batas runcing 2 mm, tepi tajam 0,3 mm).

2. Pemisahan Usia (age separation)

Penataan tempat bermain luar dapat dipisahkan sesuai dengan usia anak atau diperuntukkan bagi semua usia.

Jika diperuntukkan untuk semua usia, maka penataan jalan setapak dan lanskap dari tempat bermain luar harus menunjukkan pemisahan tempat berdasarkan kelompok usia anak atau dibedakan pemberlakuan jam main anak jika tempat bermain terbatas.

Setiap tempat bermain diberi batas pemisah untuk meminimalisasi kecelakaan yang mungkin disebabkan oleh anak yang lebih tua usianya.

3. Pengelompokan Usia (age group)

Sarana bermain luar ruangan harus didesain sesuai usia anak. Dengan demikian, sarana bermain luar harus jelas batasan usia penggunaannya, misalnya sarana bermain yang diperuntukkan bagi anak usia 2 tahun dapat juga dimanfaatkan oleh anak usia 2-4 tahun.

Hal ini penting untuk menentukan proses pengawasan jika mainan tersebut dimainkan oleh banyak anak sekaligus. Penataan sarana bermain akan lebih baik lagi jika dipisahkan dengan jelas berdasarkan usia tertentu dengan jarak yang cukup berjauhan untuk meminimalisasi kecelakaan yang mungkin disebabkan oleh anak yang lebih tua usianya.

7 Prinsip Penataan APE Sarana Bermain Luar Ruangan PAUD

4. Konflik Kegiatan (conflicting activities)

Penataan sarana bermain luar sebaiknya memperhatikan aktivitas bermain yang ada, yakni bermain fisik dan aktif, serta bermain pasif dan tenang sehingga tidak mengganggu mobilitas bermain anak, misalnya perpindahan (mobilitas) anak yang sedang bermain seluncuran terganggu oleh anak yang sedang bermain ayunan karena takut terbentur.

Dengan demikian, penataan ayunan, karosel, jungkat-jungkit, sebaiknya diletakkan di sudut, sisi, atau pinggir tempat bermain jika lahan bermain luar terbatas. Sarana bermain luar yang sering digunakan anak harus diletakkan berpencar, untuk mengurangi penumpukan proses bermain di satu tempat.

Selain itu, perhatikan juga posisi jalan keluar sarana bermain, hendaknya diletakkan pada lokasi yang lapang (tidak ada penghalang di depan dan sampingnya). Jika sarana bermain luar yang digunakan berupa beberapa sarana bermain yang digabung atau dirangkai menjadi satu, maka disainnya sebaiknya memperhatikan susunan, fungsi, dan keamanannya.

5. Jarak Pandang Pengawasan

Penataan sarana bermain luar harus dalam jarak pandang pendidik atau orang tua untuk mengamati dan mengikuti kegiatan bermain anak. Misalnya, setiap mainan luar harus bisa dilihat dari tempat duduk dimana pendidik dan orang tua biasanya mengawasi.

Selain itu, penataan antar sarana bermain sebaiknya juga memperhatikan ruang yang cukup untuk orang dewasa. Hal ini akan membantu jika terjadi sesuatu yang membahayakan anak, maka pendidik atau orang tua dapat dengan mudah menyelamatkan anaknya tanpa terhalang mainan lain.

6. Tanda Usia dan/atau pelabelan (sign age and/or labeling)

Sebaiknya setiap tempat bermain diberikan tulisan mengenai peruntukan usia, peringatan, dan kemungkinan bahaya yang dapat ditimbulkan dari mainan tersebut dengan tulisan yang mudah terbaca dan terlihat.

7. Pengawasan (supervision)

Pengawas di tempat bermain adalah tenaga teknis yang benar-benar paham dan terlatih terkait dengan keamanan mainan dan penyelamatan pertama jika terjadi kecelakaan di tempat bermain. Kualitas dari pengawasan bergantung kepada pengetahuan dari pengawas tersebut.

Tugas pengawasan ini dapat juga dilakukan oleh pendidik/ guru yang telah terlatih. Pengawas sebaiknya memahami konsep bermain dan perawatan dari mainan tersebut.

Selain hal itu, pengawas juga harus mampu melakukan pengecekan terhadap mainan yang rusak dan memastikan anak tidak memainkannya. Pendidik juga harus memastikan anak menggunakan alat keselamatan.