7KAIH PAUD Berolahraga & Contoh Modul Ajarnya dalam buku saku “Ayo Bergerak, Sehat Bersama” yang menjadi Panduan Lengkap Kebiasaan Berolahraga untuk Anak PAUD/TK. Halaman ini akan memberikan Panduan lengkap kebiasaan berolahraga anak PAUD dari Kemendikbud. Contoh modul ajar 1 minggu dan refleksi untuk guru TK membentuk anak aktif sehat.
Apa Itu Berolahraga bagi Anak Usia Dini?
Menurut Buku Saku Guru PAUD “Ayo Bergerak, Sehat Bersama” (Kemendikbud, 2025), anak-anak memiliki energi alami dalam bergerak yang didorong rasa ingin tahu tinggi sejak dini. Seluruh aktivitas bergerak anak adalah kesempatan berolahraga.
Bergerak melatih kepekaan pancaindera yang menstimulasi otak anak untuk berpikir kritis dan kreatif, sekaligus mendorong rasa ingin tahu tentang fenomena di sekitar.
Definisi Aktivitas Fisik Anak (WHO)
Menurut WHO, aktivitas fisik anak mencakup segala gerakan tubuh yang memerlukan energi, termasuk bermain bebas yang aktif.
Mengapa Kebiasaan Berolahraga Penting?
Buku ini menekankan bahwa olahraga anak ≠ olahraga dewasa. Olahraga dewasa fokus pada kompetisi dan prestasi, sedangkan olahraga anak fokus pada pengembangan holistik melalui aktivitas sehari-hari yang aktif.
4 Karakteristik Kebiasaan Berolahraga Anak
1. Karakteristik Jasmani
- Meningkatkan kemampuan gerak dasar
- Melatih keseimbangan dan kelincahan
- Menguatkan otot tubuh
- Menambah daya tahan fisik
- Menunjukkan kebugaran fisik
- Mendukung perkembangan motorik
- Menjadi dasar perkembangan fisik selanjutnya
2. Karakteristik Sosial
- Meningkatkan kemampuan interaksi sosial
- Mengajarkan konsep bergiliran (tidak egois)
- Melatih kepatuhan terhadap aturan
- Melatih cara menghargai orang lain
- Mengelola situasi menang atau kalah
- Membentuk karakter sosial positif
3. Karakteristik Emosional
- Mengenali dan mengelola emosi
- Merasakan kegembiraan sekaligus belajar menghadapi kegagalan
- Membantu mengurangi stres atau ketegangan
- Mendukung regulasi diri (mengelola pikiran, perasaan, perilaku secara efektif)
4. Karakteristik Mental
- Mendorong pola pikir positif terhadap tantangan
- Meningkatkan fokus dan konsentrasi
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Memperkuat rasa menghargai diri dan motivasi belajar
Dukungan Riset Neurosains
Riset neurosains (Conkbayir, 2022) menunjukkan aktivitas fisik meningkatkan perkembangan otak anak karena merangsang koneksi saraf kuat yang berpengaruh pada kemampuan berpikir dan regulasi emosi.
3 Strategi Implementasi Kebiasaan Berolahraga PAUD
Strategi 1: Pilih Aktivitas Fisik Sederhana sebagai Rutinitas Harian
Anak tidak perlu bergerak hanya saat “olahraga”. Kebiasaan hidup sehat terbentuk jika aktivitas fisik menjadi bagian rutinitas sehari-hari.
Inspirasi Aktivitas di Sekolah:
- Berjalan mengikuti garis saat berpindah tempat (ruang belajar ke toilet)
- Melompat 5 kali sebelum duduk di lingkaran pagi
- Meniru gerakan binatang saat antre cuci tangan (bebek, katak, ular)
- Bergerak membentuk lingkaran/persegi sambil berpegangan tangan
- Bermain tepuk sesuai irama dan gerak
- Senam pagi
Inspirasi Aktivitas di Rumah:
- Jalan kaki ke warung atau membuang sampah
- Memutar lagu saat merapikan mainan, lalu menari bersama
- Mengambil barang sambil melewati rintangan (melangkahi bantal, merangkak di bawah meja)
- Mengeringkan atau melipat baju bersama orang tua
- Merapikan kamar bersama
Cara Mengajak Anak Bergerak melalui Percakapan:
- “Sebelum duduk, kita putar badan 2 kali dulu, siap?”
- “Sekarang ambil bukunya sambil lompat 3 kali, bisa?”
- “Yuk, kita jalan seperti jerapah ke ruang belajar!”
Strategi 2: Tentukan Jadwal Gerak Harian Anak
Penelitian merekomendasikan agar anak tidak duduk diam terlalu lama. Usahakan ada selingan gerak setiap ±15 menit.
Langkah Membuat Jadwal:
A. Tetapkan Waktu Favorit Anak
- Setelah Circle Time
- Sebelum makan siang
- Menjelang pulang
- Setelah bangun tidur (di rumah)
B. Gunakan Pengingat Visual atau Lagu
- Lagu “Senam Anak Indonesia Hebat”
- Tempel gambar ceria: “Saatnya Gerak, Yuk!”
C. Rancang Pola Mingguan Sederhana

Strategi 3: Ciptakan Lingkungan yang Mendukung Gerak
Anak lebih aktif jika lingkungan memberi peluang bergerak. Lingkungan terlalu sempit atau sarat meja-kursi menghalangi dorongan alamiah anak.
Cara Menciptakan Lingkungan Ramah Gerak:
- Pastikan area bermain memungkinkan anak bergerak bebas
- Singkirkan hambatan (susun kursi/meja di sisi ruangan saat bermain)
- Sediakan alat sederhana: bola kecil, keranjang, balok keseimbangan, pita menari
- Gunakan lantai beralas empuk untuk merangkak dan berguling
Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Berolahraga:
Halaman Satuan PAUD:
- Mengamati dan meniru gerak hewan (ayam, kucing, semut)
- Berjalan di permukaan berbeda (tanah, rumput, batu)
- Bermain dengan bayangan matahari, tiupan angin, suara alam
Lingkungan Alam Sekitar:
- Taman dan fasilitas umum
- Ruang terbuka hijau

Download Buku Panduan Berolahraga PAUD
Buku saku guru PAUD yang merupakan seri kebiasaan berolahraga yaitu berjudul “Ayo Bergerak Sehat Bersama”, silakan unduh dari tautan berikut ini :
Untuk buku saku seri lain yang merupakan buku saku untuk Guru PAUD bisa didapatkan gratis disini. Berikut ini daftar buku panduan 7KAIH PAUD :
| No | 7KAIH PAUD | Judul Buku | Download File Buku Saku Guru 7KAIH |
|---|---|---|---|
| 1 | Bangun Pagi | Aku Senang Bangun Pagi | Link Dokumen |
| 2 | Beribadah | Ayo Rajin Beribadah | Link Dokumen |
| 3 | Berolahraga | Ayo Bergerak Sehat Bersama | Link Dokumen |
| 4 | Makan Sehat dan Bergizi | Makananku Sehat dan Bergizi | Link Dokumen |
| 5 | Gemar Belajar | Serunya Belajar Melalui Bermain | Link Dokumen |
| 6 | Bermasyarakat | Berteman Sungguh Menyenangkan | Link Dokumen |
| 7 | Tidur Cepat | Tidur Cepat, Bangun Semangat | Link Dokumen |
Contoh Modul Ajar 1 Minggu: “Bergerak Aktif dan Ceria”
MODUL AJAR KEBIASAAN BEROLAHRAGA PAUD
Informasi Umum
- Durasi: 5 hari (Senin-Jumat)
- Tema: Tubuhku – Aku Bisa Bergerak
HARI 1 (Senin): Mengenal Gerakan Tubuh
Tujuan: Anak memahami bagian tubuh yang bergerak
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Lagu “Kepala Pundak Lutut Kaki”
- Tanya jawab: “Bagian tubuh mana yang bisa bergerak?”
Kegiatan Inti (35 menit)
1. Eksplorasi Gerakan Bebas (15 menit)
- Anak bergerak bebas di halaman
- Guru bertanya: “Bagaimana rasanya saat melompat? Berlari?”
- Anak mengeksplorasi berbagai cara bergerak
2. Meniru Gerakan Binatang (20 menit)
- Jalan seperti bebek (berjalan merunduk)
- Melompat seperti katak (jongkok-lompat)
- Merayap seperti ular (merangkak)
- Berlari seperti kuda (berlari dengan mengangkat kaki tinggi)
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi: “Gerakan mana yang paling kamu suka?”
- Menggambar gerakan favorit
Bahan: Gambar hewan, kertas, crayon
HARI 2 (Selasa): Bermain dengan Bola
Tujuan: Mengembangkan koordinasi mata-tangan
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Mengenal bentuk bulat (bola)
- Meraba tekstur bola berbeda
Kegiatan Inti (35 menit)
1. Lempar-Tangkap Berpasangan (15 menit)
- Anak berpasangan melempar-menangkap bola
- Jarak dimulai dari dekat, bertahap menjauh
- Hitung berapa kali berhasil tangkap
2. Memasukkan Bola ke Keranjang (20 menit)
- Siapkan 3 keranjang dengan jarak berbeda
- Anak melempar bola, hitung yang masuk
- Integrasi numerasi: “Berapa bola yang masuk?”
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Diskusi: “Bagaimana caranya agar bola masuk keranjang?”
- Konsep sains sederhana: arah dan kecepatan
Bahan: Bola berbagai ukuran, keranjang, penanda jarak
HARI 3 (Rabu): Bermain Permainan Tradisional – Egrang
Tujuan: Melatih keseimbangan dan koordinasi
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Cerita tentang permainan tradisional
- Menunjukkan alat egrang
Kegiatan Inti (35 menit)
1. Eksplorasi Alat Egrang (15 menit)
- Anak meraba dan mengamati egrang
- Pertanyaan: “Dari apa egrang dibuat?”
- “Bagaimana cara bermainnya?”
- Literasi: mendeskripsikan benda
2. Praktik Bermain Egrang (20 menit)
- Guru mencontohkan cara menaiki egrang
- Anak mencoba bergantian dengan bantuan
- Melatih keseimbangan sambil berjalan perlahan
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi: “Apa yang kamu rasakan saat di atas egrang?”
- Diskusi tentang keseimbangan tubuh
Bahan: Egrang (bambu atau kaleng), area aman untuk berlatih
HARI 4 (Kamis): Senam Ceria Bersama
Tujuan: Meningkatkan daya tahan dan kekuatan fisik
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Peregangan bersama
- Mendengarkan musik ceria
Kegiatan Inti (35 menit)
1. Senam Anak Indonesia Hebat (KAIH) (20 menit)
- Ikuti gerakan senam KAIH (s.id/senamKAIH)
- Gerakan sederhana: angkat tangan, jongkok, putar badan
- Anak mengikuti irama musik
2. Membuat Gerakan Sendiri (15 menit)**
- Anak menciptakan gerakan senam sendiri
- Teman-teman menirukan
- Kreativitas dan kepercayaan diri
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Pendinginan: tarik napas perlahan
- Apresiasi: “Semua anak hebat! Bisa menciptakan gerakan sendiri!”
Bahan: Speaker, musik senam KAIH, ruang luas
HARI 5 (Jumat): Rintangan dan Tantangan
Tujuan: Mengembangkan pemecahan masalah motorik
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Diskusi: “Apa itu rintangan?”
- Menunjukkan berbagai benda untuk rintangan
Kegiatan Inti (35 menit)
1. Membuat Lintasan Rintangan (15 menit)
- Anak membantu menyusun rintangan:
- Merangkak di bawah meja
- Melangkahi bantal
- Melompat di atas tali
- Berjalan di atas garis
- Anak menentukan urutan rintangan (numerasi: urutan)
2. Melewati Rintangan Bergantian (20 menit)
- Setiap anak melewati rintangan
- Teman menyemangati
- Hitung waktu dengan jam pasir (konsep waktu)
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Refleksi mingguan: “Kegiatan apa yang paling seru minggu ini?”
- Sertifikat “Juara Bergerak Aktif” untuk semua anak
Bahan: Bantal, meja, tali, garis di lantai, jam pasir, sertifikat
Literasi dan Numerasi dalam Kebiasaan Berolahraga
Buku menekankan bahwa aktivitas olahraga = sarana stimulasi otak dengan cara yang menyenangkan.
Integrasi STEM dalam Bermain Tangkap Bola
Sains: Konsep bola bergerak, arah, kecepatan, gravitasi
- “Bagaimana tubuh bergerak?”
- “Apa yang terjadi saat kita menendang bola?”
- “Bagaimana gravitasi memengaruhi lintasan bola?”
Matematika: Mengelompokkan bola (ukuran, warna, berat)
- “Sejauh mana bola dilempar?”
- “Berapa kali berhasil ditangkap?”
Teknologi: Menggunakan alat bantu tangkap sederhana
- “Apakah lebih mudah menangkap dengan tangan kosong atau alat?”
Engineering: Merancang alat penangkap bola dari bahan daur ulang
- “Alat tangkap mana yang lebih kuat?”
Contoh Refleksi: Kebiasaan Berolahraga Anak PAUD
Refleksi Harian Guru (Template)
Tanggal: _____________
Tema/Aktivitas: _____________
Pertanyaan Refleksi:
✓ Hari ini saya melihat anak-anak menunjukkan rasa ingin tahu ketika…
✓ Ada satu anak yang sangat terlihat antusias saat…
✓ Anak-anak terlihat bersemangat saat melakukan aktivitas…
✓ Saya menyadari bahwa kebiasaan berolahraga pada anak muncul saat…
✓ Untuk mendukung lebih lanjut, saya ingin mencoba…
Contoh Refleksi Guru (Sudah Diisi)
Nama Guru: Ibu Fitri
Minggu ke: 3
Tema: Bergerak Aktif dan Ceria
PENGAMATAN HARI INI:
Saya Melihat Rasa Ingin Tahu Muncul:
Hari ini anak-anak menunjukkan rasa ingin tahu ketika melihat plastik tipis yang melayang. Mereka bergerak dan melompat hanya untuk membuat plastik itu melayang lebih tinggi. Spontan menjadi permainan seru!
Anak yang Paling Antusias:
Reza sangat antusias saat bermain egrang. Awalnya takut, tapi setelah mencoba dengan bantuan, dia terus minta ulang. Sampai 5 kali mencoba!
Aktivitas yang Membuat Semangat:
Anak-anak paling bersemangat saat membuat lintasan rintangan sendiri. Mereka kreatif menambahkan ide: “Bu guru, kita tambah jembatan dari papan!” “Kita tambahin lorong dari kardus!”
Kesadaran tentang Kebiasaan Berolahraga:
Saya menyadari kebiasaan berolahraga anak muncul saat aktivitas dibuat menyenangkan dan mereka punya kendali atas permainan. Bukan saat saya instruksikan “Ayo senam!”, tapi saat saya tanya “Mau bikin gerakan apa hari ini?”
Rencana ke Depan:
Untuk mendukung lebih lanjut, saya ingin mencoba:
1. Membuat “Pojok Gerak Bebas” di kelas dengan alat sederhana
2. Mengajak orang tua bermain bersama saat penjemputan (10 menit)
3. Dokumentasi video gerakan ciptaan anak untuk ditonton bersama
Tantangan:
– 3 anak masih pemalu saat diminta mencontohkan gerakan
– Ruang kelas terbatas untuk rintangan besar
– Cuaca hujan membatasi aktivitas luar
Solusi:
– Mulai dengan kelompok kecil (2-3 anak) untuk yang pemalu
– Gunakan halaman saat cuaca cerah, ruang kelas untuk aktivitas minimalis
– Buat gerakan indoor: merangkak, melompat di tempat, jalan jinjit
Lembar Observasi Orang Tua (1 Minggu)
Nama Anak: Lila
Periode: 10-16 Februari 2028

Catatan Orang Tua:
- Senin: Lila sangat semangat cerita tentang melompat seperti katak di sekolah. Di rumah terus minta “Ayah lihat, aku katak!” sampai 10 kali. Belum bisa mandiri karena minta ditemani terus.
- Selasa: Main lempar bola dengan kakak. Masih susah tangkap tapi gak menyerah. Ketekunannya meningkat!
- Rabu: Lila mau coba egrang buatan dari kaleng bekas. Takut jatuh tapi tetap berani. Koordinasi masih perlu latihan.
- Kamis: Hujan, jadi main di dalam. Kurang semangat karena ruang sempit. Kami coba gerakan kecil: jalan jinjit, jongkok-berdiri.
- Jumat-Minggu: Sudah mulai mandiri! Lila bikin “lintasan sendiri” dari bantal dan kursi tanpa diminta. Ajak adik bermain bersama, sabar saat adik belum bisa.
Kemajuan yang Terlihat:
- Dari takut mencoba → berani mencoba hal baru
- Dari minta ditemani → mulai bermain mandiri
- Dari fokus 5 menit → bisa 15 menit konsisten
- Dari main sendiri → mulai ajak adik (interaksi sosial)
Kesimpulan Refleksi: Indikator Keberhasilan
Untuk Guru: Program berhasil jika:
✓ Aspek Antusiasme (80% anak)
- Anak menunjukkan kegembiraan saat aktivitas fisik
- Aktif bertanya dan mencoba gerakan baru
- Tidak mengeluh atau menolak bergerak
✓ Aspek Keterampilan Fisik (70% anak)
- Koordinasi dan keseimbangan meningkat
- Daya tahan bertambah (durasi aktivitas lebih lama)
- Kemandirian dalam bergerak berkembang
✓ Aspek Sosial-Emosional (65% anak)
- Mau bergiliran dan berbagi alat
- Menyemangati teman
- Mengelola emosi saat gagal (tidak langsung menangis)
Untuk Orang Tua: Keberhasilan di rumah:
✓ Perubahan Kebiasaan
- Anak lebih aktif bergerak di rumah
- Tidak hanya duduk menonton TV/gawai
- Minta diajak bermain fisik
✓ Kesehatan Fisik
- Nafsu makan meningkat
- Tidur lebih nyenyak
- Jarang sakit
✓ Perkembangan Mental
- Lebih percaya diri
- Fokus dan konsentrasi membaik
- Mood lebih stabil
Cerita Inspiratif: Praktik Baik Ibu A
Ibu A, fasilitator anak usia 3-6 tahun, mengamati anak-anak mudah kehilangan fokus dan cenderung “gadget-minded”. Ia memutuskan mengubah metode pengajaran menjadi lebih aktif.
Strategi yang Diterapkan:
1. Rutinitas Gerak Pagi (±10 menit)
- Setiap pagi bermain lompat tali karet
- Senam ceria, tari kreasi, lari mengelilingi ruangan
- Hasil: Anak lebih segar dan bisa duduk tenang lebih lama
2. Gerakan dalam Belajar
- Mengenalkan huruf: membentuk huruf T dengan merentangkan tangan
- Mengenal angka: melompat sejumlah angka yang disebut
- Belajar jadi menyenangkan!
Hasil Setelah 2 Bulan:
- Anak lebih fokus saat kegiatan
- Cerita tentang gadget berkurang drastis
- Kreativitas dalam bergerak meningkat
- Orang tua melaporkan anak lebih aktif di rumah
Komunikasi Efektif vs Tidak Efektif
❌ Tidak Efektif: “Ayo dong lompat bersama Ibu, masa lompat 4 kali aja gak bisa. Kapan tambah tinggi kalau lambat begitu?”
✅ Efektif: “Ibu juga pernah gak suka melompat karena pernah digigit kelinci. Akhirnya Ibu berani berlatih agar kuat seperti kancil.”
❌ Tidak Efektif: “Yuk kita olahraga di luar, jangan mager lihat gawai terus, nanti matanya rusak lho!”
✅ Efektif: “Adik, tadi kita sepakat pegang gawai cuma 10 menit. Yuk, sekarang jadwal jalan kaki 10 menit sambil menghitung kucing di sekitar rumah.”
Kesimpulan
Kebiasaan Ayo Bergerak, Sehat Bersama adalah fondasi penting membentuk anak Indonesia yang sehat, aktif, dan cerdas menuju 2045. Dengan 3 strategi praktis—rutinitas harian, jadwal gerak teratur, lingkungan ramah gerak—guru dan orang tua dapat menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Seperti yang ditulis dalam buku: “Penanaman kebiasaan aktif bergerak sejak dini akan membentuk pola hidup sehat pada anak hingga dewasa. Kebiasaan berolahraga perlu memberikan manfaat holistik: tubuh sehat, pikiran cerdas, emosi terkelola, dan keterampilan sosial terasah.”
Kunci Keberhasilan:
- ✓ Buat aktivitas fisik menyenangkan, bukan beban
- ✓ Integrasikan gerak dalam rutinitas harian
- ✓ Beri anak kendali dan pilihan dalam bergerak
- ✓ Kolaborasi guru-orang tua yang konsisten
- ✓ Fokus pada proses, bukan hasil sempurna
Mari jadikan gerakan sebagai bagian alami kehidupan anak, bukan aktivitas terpisah. Dengan begitu, anak tumbuh dengan tubuh kuat, pikiran cerdas, dan hati yang gembira!
