Panduan 7KAIH PAUD Makan Sehat Bergizi dan contoh modul ajar “Makananku Sehat dan Bergizi” pembiasaan karakter anak usia dini agar makan makanan yang sehat dan bergizi dengan memperhatikan isi piring. Halaman ini berisi Panduan lengkap kebiasaan makan sehat bergizi anak PAUD dari Kemendikbud. Modul ajar 1 minggu, refleksi guru, membentuk pola makan anak Indonesia hebat.
Pendahuluan: Mengapa Kebiasaan Makan Sehat Penting?
Menurut Buku Saku “Makananku Sehat dan Bergizi” (Kemendikbud, 2025), menanamkan kebiasaan makan sehat dan bergizi sejak usia dini merupakan langkah penting membentuk generasi yang sehat, bugar, dan berdaya tahan tinggi. Anak usia dini sedang berada pada masa pertumbuhan sangat pesat, sehingga tubuh membutuhkan asupan makanan bergizi seimbang agar perkembangan fisik, kecerdasan, dan kesehatan mental optimal.
Kebiasaan makan sehat bukan hanya soal memilih makanan bergizi, tetapi juga melatih anak untuk melindungi dan merawat diri. Dengan pola makan baik, anak belajar bahwa tubuh mereka berharga dan harus dijaga. Hal ini sejalan dengan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan sebelum makan, minum air putih cukup, dan menjaga kebersihan diri.
Ciri-Ciri Makanan Sehat dan Bergizi
Buku ini menjelaskan 7 ciri utama makanan sehat:
- Higienis dan Bebas Kontaminasi: Makanan diolah dan disajikan dengan bersih untuk menghindari kontaminasi bakteri atau zat berbahaya.
- Mengandung Antioksidan Tinggi: Antioksidan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Komposisi Gizi Seimbang: Mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam proporsi tepat.
- Tinggi Serat: Serat menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
- Rendah Gula Tambahan dan Garam: Makanan sehat tidak mengandung gula tambahan dan garam berlebihan.
- Lemak Sehat: Pilih lemak dari sumber nabati (alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun) atau hewani (daging sapi, ayam, ikan).
- Diolah dengan Cara Sehat: Tidak menggunakan terlalu banyak minyak, garam, atau gula.
6 Nilai yang Dibangun dari Kebiasaan Makan Sehat
- Tanggung Jawab Pribadi
Anak belajar bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah tanggung jawab dirinya sendiri, bukan hanya orang tua. - Bijak Mengambil Makanan
Anak dibiasakan mengambil makanan sesuai porsi dan kebutuhan agar tidak boros dan menghargai sumber daya. - Memilih Makanan Sehat
Anak diberi tanggung jawab menghindari makanan terlalu manis, berminyak, terlalu gurih, atau tidak sehat. - Kemandirian dalam Memilih Makanan
Anak belajar memilih dan mengonsumsi makanan sehat yang mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh. - Pengelolaan Diri
Dengan mengatur waktu makan dan jenis makanan, anak belajar memenuhi kebutuhan dasar tanpa selalu bergantung pada orang lain. - Keterampilan Hidup
Melibatkan anak dalam memilih, menyiapkan, dan mengolah bahan makanan menumbuhkan keterampilan dan kemandirian berguna di masa depan.
Mengenal Komponen Makanan Bergizi
1. Makanan Pokok
Makanan pokok adalah pangan mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Di Indonesia, makanan pokok beragam sesuai tempat, budaya, dan kearifan lokal.
Contoh: Beras, jagung, singkong, ubi, talas, sagu, dan produk olahannya (roti, pasta, mie).
Syarat Makanan Pokok:
- Mengandung karbohidrat
- Mengenyangkan
- Mudah didapatkan dan ditanam
- Mudah diolah
- Tahan lama
2. Lauk Pauk
Lauk pauk terdiri dari protein hewani dan nabati.
Protein Hewani (asam amino lengkap, mudah diserap): Daging (sapi, kambing), ayam, bebek, telur, ikan, susu dan olahannya.
Ciri Lauk Hewani yang Baik:
- Daging: berwarna merah, kenyal, berbau segar
- Ikan: insang merah dan bermata cembung
- Ayam: berwarna kemerahan, kenyal, berbau segar
Protein Nabati: Tahu, tempe, kacang-kacangan dan olahannya.
3. Sayuran
Sayuran adalah sumber vitamin, mineral, dan serat pangan.
7 Manfaat Sayuran:
- Memperlancar buang air besar
- Mempertahankan berat badan seimbang
- Sumber energi tubuh
- Membersihkan racun dalam tubuh
- Menjaga kesehatan mata
- Membuat kulit sehat
- Memperkuat tulang
Tips Memasak Sayuran (agar nutrisi tidak hilang):
- Sayuran tipis (kangkung, bayam, sawi, kol): maksimal 5 menit
- Sayuran tebal (brokoli, kembang kol, kacang, jagung, kacang polong): maksimal 10 menit
- Sayuran keras (wortel, labu, lobak, ubi): maksimal 15 menit
4. Buah-Buahan
Buah adalah sumber vitamin (A, B, B1, B6, C), mineral, air, dan antioksidan.
4 Manfaat Buah:
- Sumber berbagai vitamin dan mineral
- Sumber air dan zat gizi meningkatkan metabolisme tubuh
- Sumber antioksidan
- Mencegah penyakit
5. Snack Sehat
Contoh snack sehat untuk anak PAUD:
- Buah: Apel, pisang, pir, jeruk, buah beri, melon, pepaya
- Sayuran: Wortel, timun, brokoli
- Produk susu: Yoghurt tawar, susu rendah lemak, keju
- Kacang dan biji-bijian: Almond, kacang kedelai, edamame
- Karbohidrat: Roti gandum utuh, crackers gandum, oatmeal, jagung rebus, ubi rebus
- Lainnya: Telur rebus
Strategi Cara Menanamkan Kebiasaan Makan Sehat
Strategi 1: Kegiatan Awal yang Seru – Lagu dan Gerak
Awali hari dengan lagu “Makan Sehat, Kita Hebat!” temukan disini https://www.youtube.com/watch?v=HO08ZU_x0Qo
Lagu dan gerak membuat anak semangat dan siap menerima pemahaman tentang makanan sehat.
Strategi 2: Circle Time – Berbagi Cerita Bekal Sehat
Langkah Kegiatan:
1. Pembukaan Guru menyapa anak dengan hangat, ajak duduk melingkar agar suasana akrab.
2. Pertanyaan Pemantik Guru bertanya dengan riang:
- “Siapa yang membawa bekal makanan sehat hari ini?”
- “Apa saja isi bekalnya?”
Guru menunjuk beberapa anak secara bergiliran untuk menjawab.
3. Berbagi Cerita
- Anak yang ditunjuk menunjukkan isi bekalnya atau menyebutkan jenis makanan yang dibawa
- Guru memberi tanggapan positif:
- “Wah, bagus sekali ada buah pisang. Pisang membuat tubuh kita kuat.”
- “Bekalnya ada sayur, itu sangat baik untuk kesehatan mata.”
- Anak lain diberi kesempatan berkomentar singkat: “Saya juga suka makan wortel.”
4. Penguatan Pesan Guru menyimpulkan dengan bahasa sederhana: “Bekal sehat itu isinya ada makanan pokok, lauk, sayur, buah, dan minuman sehat. Kalau kita rajin bawa bekal sehat, tubuh jadi kuat, otak pintar, dan semangat belajar.”
5. Tepuk Semangat Guru menambahkan tepuk: “Bekal sehat!” (anak jawab: “Tubuh kuat!”)
Strategi 3: Bermain Tebak Gerak dan Gambar
Deskripsi: Permainan tebak-tebakan dengan gerakan sederhana seperti mengambil makanan, makan, membawa gambar sayuran dan buah-buahan. Anak melakukan gerakan bergantian.
Tujuan:
- Mengenalkan kebiasaan makan sehat bergizi dengan menu mengandung karbohidrat, protein, buah dengan cara menggembirakan
- Melatih koordinasi mata dan tangan
Alat dan Bahan:
- Ruang kelas atau luar kelas
- Kartu gambar aktivitas sarapan pagi, gambar sayuran dan buah-buahan
Langkah-Langkah:
1. Persiapan Guru memberikan penjelasan mengenai permainan tebak gerak (guru melompat ke depan satu langkah dan mencontohkan)
2. Pelaksanaan Anak secara bergantian maju ke depan dan memilih gerakan yang ingin diperagakan. Anak lain mengamati aktif dan menebak gerakan tersebut.
Strategi 4: Mengenal Tekstur dan Rasa
Kegiatan A: Mengenal Tekstur
Tujuan:
- Mengenal warna dan tekstur buah-buahan
- Menyampaikan apa yang dipikirkan dengan singkat
- Berani mencoba
Alat dan Bahan: Buah dengan tekstur kulit kasar dan halus (salak, melon, pisang, buah naga, jeruk)
Langkah-Langkah:
- Guru mengenalkan warna dan tekstur pada buah-buahan
- Guru mengajak anak menyebutkan warna buah
- Murid mengamati dan merasakan tekstur buah
- Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- Apa warna pada buah ini?
- Buah apa yang memiliki warna sama?
- Bagaimana tekstur buah ini?
Kegiatan B: Mengenal Rasa
Tujuan: Mengenal rasa buah
Alat dan Bahan: Jeruk, salak, semangka, melon, pisang
Langkah-Langkah:
- Guru mengenalkan rasa pada buah-buahan
- Guru mengajak anak menyebutkan rasa buah
- Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- Apa rasa pada buah ini?
- Buah apa yang paling kamu suka?
Strategi 5: Kreasi Mengecap Gambar Buah
Tujuan: Anak dapat bereksplorasi sesuai ide dalam membentuk buah menjadi karya (integrasi seni dan literasi).
Alat dan Bahan: Sketsa gambar buah, pewarna makanan, wadah, air, tutup botol, cotton bud, pelepah pisang.
Langkah-Langkah:
- Guru mengenalkan bahan-bahan yang akan dicap
- Guru mendemonstrasikan cara mengecap
- Guru mencoba melakukan kegiatan mengecap
- Pertanyaan pemantik:
- Bagaimana cara mengecap gambar buah?
- Media mana yang kamu pilih untuk kegiatan mengecap?

Download Panduan 7KAIH PAUD Makan Sehat Bergizi
Buku saku guru PAUD yang merupakan seri kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi yaitu berjudul “Makananku Sehat dan Bergizi”, silakan unduh dari tautan berikut ini :
Untuk buku saku seri lain yang merupakan buku saku untuk Guru PAUD bisa didapatkan gratis disini. Berikut ini daftar buku panduan 7KAIH PAUD :
| No | 7KAIH PAUD | Judul Buku | Download File Buku Saku Guru 7KAIH |
|---|---|---|---|
| 1 | Bangun Pagi | Aku Senang Bangun Pagi | Link Dokumen |
| 2 | Beribadah | Ayo Rajin Beribadah | Link Dokumen |
| 3 | Berolahraga | Ayo Bergerak Sehat Bersama | Link Dokumen |
| 4 | Makan Sehat dan Bergizi | Makananku Sehat dan Bergizi | Link Dokumen |
| 5 | Gemar Belajar | Serunya Belajar Melalui Bermain | Link Dokumen |
| 6 | Bermasyarakat | Berteman Sungguh Menyenangkan | Link Dokumen |
| 7 | Tidur Cepat | Tidur Cepat, Bangun Semangat | Link Dokumen |
Modul Ajar 1 Minggu: “Aku Suka Makan Sehat”
Informasi Umum
- Durasi: 5 hari (Senin-Jumat)
- Tema: Makananku – Tubuhku Sehat
HARI 1 (Senin): Mengenal Makanan Bergizi
Kegiatan Pembuka (15 menit)
- Lagu “Makan Sehat, Kita Hebat!” (s.id/D73F3)
- Diskusi: “Apa yang kamu makan pagi ini?”
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Circle Time Berbagi Bekal (20 menit)
- Anak menunjukkan bekal yang dibawa
- Guru memberikan tanggapan positif
- Identifikasi komponen: makanan pokok, lauk, sayur, buah
2. Mengelompokkan Makanan (20 menit)
- Menggunakan kartu gambar makanan
- Anak mengelompokkan: makanan pokok, lauk, sayur, buah
- Numerasi: Menghitung jumlah setiap kelompok
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Menggambar makanan favorit
- Refleksi: “Apa yang kamu pelajari hari ini?”
Bahan dan Alat: Kartu gambar makanan, bekal anak, kertas, crayon
HARI 2 (Selasa): Warna-Warni Buah
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Tebak buah dari warna: “Buah apa yang warnanya merah?”
- Menunjukkan berbagai buah
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Eksplorasi Tekstur Buah (20 menit)
- Anak meraba berbagai buah (salak, melon, pisang, buah naga, jeruk)
- Mendeskripsikan: kasar, halus, berbulu, licin
- Literasi: Menggunakan kata-kata deskriptif
2. Membuat Pola Warna (20 menit)
- Menyusun buah berdasarkan warna
- Membuat pola: merah-kuning-hijau-merah-kuning-hijau
- Numerasi: Mengenal pola berulang
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Mencicipi buah bersama
- Diskusi rasa: manis, asam, segar
Bahan dan Alat: Berbagai buah segar, pisau (untuk guru), piring
HARI 3 (Rabu): Sayuran Segar
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Cerita bergambar “Dani Suka Sayur”
- Tanya jawab tentang sayuran favorit
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Mengenal Jenis Sayuran (20 menit)
- Menunjukkan berbagai sayuran segar
- Diskusi: Warna, bentuk, tekstur sayuran
- Mengelompokkan: sayuran daun, sayuran buah, sayuran akar
2. Membuat Salad Sederhana (20 menit)
- Anak membantu mencuci sayuran (wortel, timun, tomat)
- Guru memotong, anak menyusun di piring
- Menambahkan dressing sederhana (yoghurt/lemon)
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Makan salad bersama
- Refleksi: “Sayur apa yang paling enak?”
Bahan dan Alat: Sayuran segar, baskom, pisau, piring, yoghurt/lemon
HARI 4 (Kamis): Membuat Bekal Sehat
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Diskusi: “Apa saja isi bekal sehat?”
- Review komponen bekal: pokok, lauk, sayur, buah, minuman
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Perencanaan Bekal (15 menit)
- Anak menggambar rencana bekal mereka
- Menentukan: Nasi/roti, lauk apa, sayur apa, buah apa
2. Praktik Menyusun Bekal (25 menit)
- Dengan bantuan guru/orang tua (jika ada)
- Anak menyusun bekal di kotak bekal
- Memastikan ada 4 komponen: pokok, lauk, sayur, buah
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Presentasi bekal masing-masing
- Saling apresiasi: “Wah, bekal kamu lengkap!”
Bahan dan Alat: Kotak bekal, nasi/roti, lauk sederhana (telur, ayam), sayur, buah
HARI 5 (Jumat): Pesta Bekal Sehat
Kegiatan Pembuka (10 menit)
- Review menu sehat minggu ini
- Bernyanyi “Makan Sehat, Kita Hebat!”
Kegiatan Inti (40 menit)
1. Makan Bersama (25 menit)
- Semua anak membawa bekal sehat
- Makan bersama dengan tertib
- Berbagi cerita tentang bekal masing-masing
2. Bermain Puzzle Buah (15 menit)
- Menyusun puzzle gambar buah-buahan
- Menyebutkan nama buah yang tersusun
- Menghitung jumlah potongan puzzle (numerasi)
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Sertifikat “Juara Makan Sehat” untuk semua anak
- Refleksi mingguan: “Apa menu favorit minggu ini?”
Bahan dan Alat: Bekal anak, puzzle buah, sertifikat
Literasi dan Numerasi Kebiasaan Makan Sehat
Kegiatan Literasi:
- Membaca: Nama buah, sayur, dan lauk
- Bercerita: Pengalaman makan favorit, berkunjung ke pasar
- Mendeskripsikan: Rasa (manis, asam, pahit), tekstur (kasar, halus), warna
- Mendengarkan: Cerita bergambar tentang makanan sehat
- Menulis sederhana: Nama makanan favorit (untuk usia 5-6 tahun)
Kegiatan Numerasi:
- Mengelompokkan: Berdasarkan warna, bentuk, jenis, ukuran
- Menghitung: Jumlah buah dalam bekal, jumlah sayur di piring
- Membuat pola: Warna buah berulang (merah-kuning-hijau)
- Mengukur: Porsi makanan sederhana (1 centong nasi, 2 potong lauk)
- Membandingkan: Ukuran buah (besar-kecil), berat sayur (berat-ringan)
Keterlibatan Orang Tua: Kunci Keberhasilan
1. Dukungan Emosional
Keterlibatan orang tua memberikan rasa aman dan dukungan emosional bagi anak dalam mencoba hal baru.
Contoh: Anak yang awalnya memilih makanan (hanya mau makanan cepat saji), akan mencoba makan sayuran, buah, atau lauk yang telah disiapkan jika orang tua di sampingnya ikut makan dan berkata:
“Ayo, kamu pasti bisa, Ibu juga ikut mencoba sayur bayam ini.”
Dukungan seperti ini sangat penting agar anak mau keluar dari zona nyaman.
2. Pengetahuan tentang Perkembangan Anak
Dengan terlibat, orang tua jadi lebih memahami kemampuan dan kebutuhan anaknya.
Contoh: Tanpa terlibat, orang tua menganggap anaknya tidak mau makan sayur, hanya makan buah yang disukai. Padahal di sekolah mau mencoba menu makan sehat yang telah disiapkan.
Solusi: Orang tua memperbolehkan anak memilih sayur, buah, atau lauk kesukaan saat diajak pergi ke toko buah, tidak melarang karena takut anak tidak suka.
3. Transfer Nilai Positif dan Kebiasaan di Rumah
Pembiasaan di sekolah perlu ditransfer ke rumah agar menjadi bagian kehidupan sehari-hari anak.
Contoh: Jika di sekolah anak mencoba sayuran baru, orang tua bisa meminta anak menceritakan di rumah lalu merespons positif bahkan menyiapkan sayuran tersebut.
Ketika anak melihat ayah dan ibunya bersedia meluangkan waktu untuk makan bersama dengan makanan sehat dan bergizi, anak belajar bahwa makan makanan sehat dan bergizi itu penting untuk kesehatan tubuh.
Kegiatan di Rumah yang Dapat Dilakukan
- Mencuci Tangan Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan (PHBS).
- Bermain Puzzle Buah Menyusun puzzle gambar buah-buahan sambil belajar nama buah.
- Berkunjung ke Pasar/Toko Sayur Ajak anak mengamati berbagai sayuran dan buah, biarkan anak memilih.
- Memasak Bersama Libatkan anak dalam menyiapkan menu sederhana (mencuci sayur, menyusun bekal).
Cerita Inspiratif: Praktik Baik
Latar Belakang: Ibu N mengamati bahwa anak-anak di kelasnya suka sekali makan makanan cepat saji. Ibu N teringat pentingnya makan makanan sehat dan bergizi dan memutuskan mengubah metode pengajarannya dengan mengenalkan menu-menu makanan sehat dan bergizi.
Strategi yang Diterapkan
1. Circle Time Setiap Pagi
Ibu N mengajak semua anak berbagi cerita tentang sarapan dan bekal yang dibawa. Anak mengumpulkan bekal di keranjang yang telah disediakan. Ibu N melihat satu per satu bekal dan menyebutkan isi makanan, menjelaskan mana makanan sehat dan tidak sehat.
Ibu N selalu mencatat bekal murid setiap hari dan mengkomunikasikan kepada orang tua setiap pulang sekolah untuk lebih memperhatikan bekal yang dibawakan—sebaiknya menu makan sehat dan bergizi, bukan makanan cepat saji.
Hasil: Setelah 2 minggu, anak yang tertib saat kudapan (snack) meningkat lebih baik dari sebelumnya.
2. Zona Aktif di Kelas – “Pojok Baca”
Di sudut kelas, Ibu N membuat “pojok baca” berisi buku-buku dan poster gambar jenis makanan pokok, sayuran, buah-buahan, dan lauk pauk.
Apapun tema yang sedang dibahas, pojok baca bertema makan sehat dan bergizi tidak pernah dihilangkan dari ruang kelas. Ibu N selalu bercerita dan menjelaskan mengapa makan makanan sehat dan bergizi itu penting.
Hal ini tampak sederhana tetapi membawa dampak perubahan besar pada murid-murid Ibu N.
3. Kolaborasi dengan Orang Tua
Melalui grup WA kelas, Ibu N secara rutin mengirim pesan kepada orang tua yang belum membiasakan mengenalkan makanan sehat dan bergizi:
Beberapa orang tua mengirim video atau foto anaknya sedang mengamati sayuran, memilih sayuran bahkan sedang ikut membantu memasak di rumah. Hal ini menjadi inspirasi bagi orang tua yang belum mengenalkan atau membiasakan makan makanan sehat dan bergizi.
Hasil Setelah 1 Semester
Dari praktik Ibu N, terlihat beberapa kunci kesuksesan:
- ✓ Konsistensi (circle time setiap hari)
- ✓ Fasilitasi (pojok baca)
- ✓ Kolaborasi (melibatkan orang tua)
Hasil Konkret:
- 85% anak mau makan makanan sehat dan bergizi
- Tidak ada lagi yang membawa makanan cepat saji
- Anak lebih suka makanan yang dibawa: telur rebus, ubi rebus, sayur tumis kangkung, sayur bening bayam, tumis sawi
- Kepala sekolah menjadikan pendekatan Bu N sebagai model untuk guru lain
Kisah Ibu N menunjukkan bahwa guru memiliki ruang inovasi yang luas. Dengan kemauan mencoba dan konsistensi, perubahan nyata dapat terjadi!
Refleksi: Kebiasaan Makan Sehat Anak PAUD
Refleksi Guru (Template)
Minggu ke: _____
Tema: Makananku Sehat dan Bergizi
Pengamatan Saya:
- Anak-anak paling antusias saat kegiatan…
- Ada ___ anak yang masih membawa makanan cepat saji
- Perubahan yang saya lihat minggu ini…
Tantangan yang Muncul:
- Beberapa orang tua belum paham pentingnya bekal sehat
- Anak masih memilih makanan tertentu saja
- Keterbatasan variasi menu di sekolah
Solusi yang Akan Dicoba:
- Mengadakan pertemuan orang tua tentang gizi seimbang
- Membuat buku resep bekal sehat sederhana
- Melibatkan anak dalam memilih dan menyiapkan bekal
- Membuat “Hari Buah Favorit” setiap Jumat
Hasil yang Diharapkan:
- ___ % anak konsisten membawa bekal sehat
- Anak lebih berani mencoba buah/sayur baru
- Orang tua lebih aktif terlibat
Refleksi Orang Tua (Lembar Observasi 1 Minggu)
Nama Anak: _____________
Periode: _____________

Catatan Tambahan Orang Tua:
- Kemajuan yang terlihat:
- Tantangan yang dihadapi:
- Rencana minggu depan:
Contoh Refleksi Orang Tua (Sudah Diisi)
Nama Anak: Rani (5 tahun)
Periode: 10-16 Februari 2026
Pengamatan Minggu Ini:
- Senin-Selasa: Rani masih rewel saat disuruh membawa bekal. Lebih suka jajan di sekolah. Saya mulai libatkan Rani memilih sayuran saat belanja.
- Rabu: Rani ikut bantu cuci sayuran untuk bekal besok. Mulai tertarik! Di sekolah kata Bu Guru, Rani mau coba wortel rebus temannya.
- Kamis-Jumat: Rani minta dibuatkan bekal seperti temannya (ada buah dan sayur). Saya buat telur rebus, tumis kangkung, nasi, dan pisang. Rani antusias!
- Sabtu-Minggu: Rani ajak adik main “masak-masakan” pakai sayuran mainan. Cerita ke Nenek tentang “sayur hijau bikin mata sehat”.
Kemajuan yang Terlihat:
- Dari menolak bekal → mulai antusias bawa bekal
- Dari hanya mau nasi dan ayam → mulai coba sayur dan buah
- Dari pasif → ikut membantu menyiapkan bekal
- Dari makan sambil bermain → mulai fokus saat makan
Tantangan:
- Masih sisa sayur di bekal (belum semua dihabiskan)
- Weekend kadang lupa siapkan bekal untuk Senin
- Rani masih pilih-pilih buah (hanya mau pisang dan apel)
Rencana Minggu Depan:
- Siapkan bekal Minggu malam untuk Senin pagi
- Coba kenalkan 1 buah baru (jeruk atau melon)
- Porsi sayur dikurangi dulu, nanti bertahap ditambah
- Ajak Rani belanja sayur di pasar (biar lebih kenal macam-macam sayur)
Indikator Keberhasilan Program
Untuk Guru (Target 80% anak):
✓ Aspek Pemahaman
- Anak bisa menyebutkan 4 komponen bekal sehat
- Memahami manfaat makan sehat untuk tubuh
- Mengenal minimal 5 jenis sayuran dan 5 jenis buah
✓ Aspek Praktik
- Membawa bekal sehat minimal 3x seminggu
- Berani mencoba makanan baru
- Makan dengan mandiri dan tertib
✓ Aspek Sikap
- Tidak membuang-buang makanan
- Mau berbagi bekal dengan teman
- Antusias saat kegiatan tentang makanan sehat
Untuk Orang Tua:
✓ Perubahan Kebiasaan
- Pola belanja berubah (lebih banyak beli buah/sayur)
- Anak ikut terlibat menyiapkan bekal
- Keluarga lebih sering makan bersama
✓ Kesehatan Fisik
- Nafsu makan meningkat
- Berat badan ideal
- Jarang sakit
- Buang air besar lancar
✓ Perkembangan Mental
- Lebih mandiri dalam makan
- Percaya diri saat memilih makanan
- Fokus dan konsentrasi belajar membaik
Penutup
Kebiasaan makan sehat dan bergizi adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk anak Indonesia hebat menuju 2045. Dengan strategi praktis—circle time, eksplorasi rasa-tekstur, integrasi literasi-numerasi, dan kerja sama orang tua—guru PAUD dapat menanamkan kebiasaan positif yang melekat hingga dewasa.
Kunci Sukses:
- ✓ Konsistensi – Circle time setiap hari, pojok baca tetap ada
- ✓ Keteladanan – Guru dan orang tua menjadi role model
- ✓ Kolaborasi – Sinergi sekolah-rumah yang kuat
- ✓ Menyenangkan – Bukan paksaan, tapi pengalaman positif
- ✓ Melibatkan Anak – Beri anak kesempatan memilih dan menyiapkan
Mari jadikan makan sehat sebagai kebiasaan yang menyenangkan dan membanggakan bagi anak!
