Peran Guru dalam Pengembangan Sosial dan Emosi Anak



Peran Guru dalam Pengembangan Sosial dan Emosi Anak. Peran Pendidik PAUD dalam Pengembangan Kemampuan Sosial dan Emosi Anak Peran pendidik dalam mengembangkan kemampuan sosialisasi dan emosi pada anak usia dini adalah sebagai berikut:

Peran Guru dalam Pengembangan Sosial dan Emosi Anak

1. Memberikan berbagai stimulasi pada anak 

Pendidik perlu memberikan stimulasi atau rangsangan edukatif agar kemampuan sosial emosi anak dapat berkembang sesuai dengan tahapan usianya.

Kegiatan belajar seraya bermain dapat dioptimalkan sebagai cara untuk menstimulasi anak, misalnya: mengajak anak terlibat dalam permainan kelompok kecil, melatih anak bermain bergiliran, mengajak anak menceritakan pengalamannya di depan kelas, melatih kesadaran anak untuk berbagi dalam kegiatan kemanusiaan.

2. Menciptakan lingkungan yang kondusif 

Pendidik perlu mengelola kelas menjadi tempat yang dapat mengembangkan kemampuan sosial emosi anak, terutama kesadaran anak untuk bertanggung jawab terhadap benda dan tindakan yang dilakukannya.



Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik dan psikis. Lingkungan fisik menekankan pada ruang kelas sebagai tempat anak berlatih kecakapan sosial emosinya sedangkan lingkungan psikis lebih ditekankan pada suasana lingkungan yang penuh cinta kasih sehingga anak merasa aman dan nyaman di kelas.

Peran Guru dalam Pengembangan Sosial dan Emosi Anak

3. Memberikan contoh Pendidik adalah contoh konkret bagi anak. 

Segala tindakan dan tutur kata pendidik akan diikuti oleh anak. Oleh karena itu, pendidik seyogyanya dapat menjaga perilaku sesuai dengan norma sosial dan nilai agama, seperti menghargai pendapat anak, bersedia menyimak keluh kesah anak, membangun sikap positif anak, berempati terhadap masalah yang dihadapi anak, dsb.

4. Memberikan pujian atas usaha yang dilakukan anak 

Pendidikan sebaiknya tidak sungkan memberikan pujian terhadap kecakapan sosial yang sudah dilakukan oleh anak secara proporsional. Pujian dapat diberikan secara lisan maupun non lisan.

Secara lisan, pujian diberikan sesegera mungkin setelah anak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan tujuan pengembangan sosial emosional tercapai. Sementara pujian non lisan dapat berupa senyuman, pelukan, atau pemberian benda-benda tertentu yang bermakna untuk anak.

Peran Guru dalam Meingkatkan Sosialisasi dan Emosi Anak Usia Dini

Peran Guru dalam Pengembangan Program untuk Meningkatkan Sosilisasi dan Emosi anak
Dalam mengembangkan program untuk optimalisasi ketrampilan sosialisasi dan emosi anak, guru perlu melakukan hal sebagai berikut:

  1. Memberikan pilihan pada anak
  2. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan kreativitasnya
  3. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi lingkungan
  4. Mendorong anak untuk bekerja secara mandiri
  5. Menghargai ide/gagasan anak
  6. Membimbing anak untuk melakukan pemecahan masalah