SOP PAUD Standar Operasional Prosedur PAUD K-13



SOP PAUD Standar Operasional Prosedur PAUD Kurikulum 2013. Pengertian SOP Pembelajaran PAUD adalah langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

Pendidikan anak usia dini memang sudah lama menjadi perhatian Pemerintah, karena disadari bahwa pendidikan harus sudah dimulai sejak anak dalam kandungan. Dengan dicanangkannya program PAUD anak usia 0 – 6 tahun diharapkan mampu mengatasi salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia.

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah langkah-langkah yang harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai. Penetapan langkah tersebut dituangkan secara tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana, oleh siapa dan dengan cara bagaimana. Sehingga SOP menjadi cara baku, yang disepakati dan diterapkan oleh semua orang yang ada di satuan PAUD.

SOP menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.



SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Tatacara penyusunan SOP Pembelajaran yang diperlukan oleh setiap satuan PAUD dipaparkan dalam pedoman khusus.

SOP PAUD Standar Operasional Prosedur PAUD K-13

FUNGSI SOP PAUD

  1. Memperlancar petugas di lingkungan satuan PAUD dalam melaksanakan tugasnya.
  2. Mempermudah penemuan hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan tugas baik hambatan tersebut datangnya dari dalam maupun dari luar.
  3. Mendisiplinkan semua pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan aturan yang disepakati bersama.
  4. Membangun cara kerja yang lebih tertata dan disiplin.
  5. Membangun konsistensi atau keajegan perilaku pendidk yang diperlukan dalam mengembangkan karakter anak.

MANFAAT SOP PAUD

  1. Semua orang yang ada di satuan PAUD memiliki standar yang sama dalam melayani dan memfasilitasi anak belajar.
  2. Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik yunior untuk mengenal cara memberikan layanan.
  3. Sebagai informasi terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang tua tentang layanan yang baik dan sistematis

SYARAT SOP PAUD

  1. Mudah dilaksanakan oleh seluruh pendidik
  2. Memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
  3. Memuat langkah-langkah jelas yang harus dilakukan.

Cara Menyusun SOP PAUD

  1. Identifikasi semua ketentuan harus dilakukan petugas dalam hal ini pendidik dalam melaksanakan tugasnya
  2. Identifikasi kemampuan yang ingin dibangun pada saat kegiatan ini dilakukan.
  3. Susunlah ke dalam langkah-langkah kegiatan yang teratur dan jelas. 

DAFTAR SOP MINIMAL DI SATUAN PAUD

DAFTAR SOP MINIMAL DI SATUAN PAUD
SOP dapat terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Semakin banyak program yang dijalankan satuan pendidikan semakin banyak SOP yang harus disiapkan.

GARIS BESAR SOP PAUD KURIKULUM 2013

Dalam membuat SOP PAUD, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagaimana dapat dilihat dalam garis besar SOP PAUD Kurikulum PAUD 2013 secara umum dibawah ini. Sebelum pendidik melaksanakan pembelajaran, diharapkan pendidik memahami tahapan-tahapan pelaksanaan sebagai berikut :

  1. Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  2. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
  3. Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
  4. Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
  5. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
  6. Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
  7. Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.